Tribun Sport

MotoGP

Analisis Medan Tempur Ala Quartararo di MotoGP Amerika, sang Iblis Tak Ingin Bagnaia Besar Kepala

Fabio Quartararo membuat analisis lintasan di MotoGP Amerika, yang mana melakukan pemetaan trek yang menguntungkan maupun merugikan dirinya.

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
Analisis Medan Tempur Ala Quartararo di MotoGP Amerika, sang Iblis Tak Ingin Bagnaia Besar Kepala
LLUIS GENE / AFP
Pembalap Italia, Francesco Bagnaia (#63) memimpin balapan di Moto Grand Prix Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz pada 12 September 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo mulai membuat analisis untuk balapan MotoGP Amerika akhir pekan ini.

Seri ke-15 MotoGP 2021 bertajuk MotoGP Amerika akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Jumat (1/10/2021) hingga Senin (4/10/2021) dini hari WIB.

MotoGP 2021 tinggal menyisakan empat balapan sisa. Di mana perburuan gelar Juara Dunia MotoGP 2021 tengah dipimpin Fabio Quartararo.

Namun dalam dua balapan terakhir, rider berjulul El Diablo (sang Iblis) harus mengakui kekuatan rider andalan Ducati yang juga pesaing terdekatya, Francesco Bagnaia.

Baca juga: Jadwal Tayang MotoGP 2021 Live Trans7 - Bagnaia Mengkhawatirkan, Yamaha Justru Tekan Quartararo

Baca juga: Ducati Atur Skenario Bagnaia Juara Dunia MotoGP 2021 - All Rider, Jangan Kasih Kendor Quartararo

Runner-up pebalap Yamaha Prancis Fabio Quartararo, juara balapan Pembalap Italia Francesco Bagnaia dan pebalap Ducati-Avintia Italia Enea Bastianini merayakannya di podium setelah Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco-Simoncelli pada 19 September 2021 di Misano Adriatico, Italia.
Runner-up pebalap Yamaha Prancis Fabio Quartararo, juara balapan Pembalap Italia Francesco Bagnaia dan pebalap Ducati-Avintia Italia Enea Bastianini merayakannya di podium setelah Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco-Simoncelli pada 19 September 2021 di Misano Adriatico, Italia. (ANDREAS SOLARO / AFP)

Kemenangan Bagnaia di MotoGP Aragon dan San Marino membuat posisi Quartararo makin tertekan.

El Diablo sejauh ini membukukan 234 poin. Ia unggul 48 angka dari 'Pecco' Bagnaia yang duduk di tangga kedua.

Quartararo mengetahui bahwa persaingan gelar Juara Dunia MotoGP 2021 melibatkannya dengan Bagnaia.

Oleh karena itu, ia tak ingin posisinya semakin di ujung tanduk dengan penampilan garang anak didik Valentino Rossi itu.

Untuk mengantisipasi tekanan Bagnaia makin ugal-ugalan, Quartararo mematok kemenangan di MotoGP Amerika sebagai harga mati.

Meski demikian, El Diablo memahami bahwa COTA bukanlah lintasan yang berpihak kepada dirinya ataupun Yamaha.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas