Tribun Sport

Verawaty Fajrin Meninggal

Penuturan Imelda Wigoena Berjuang di Final All England 1979 Bersama Verawaty Fajrin

Mantan pebulutangkis putri Indonesia, Imelda Wigoena mengaku sangat sedih kehilangan mantan partnernya, Verawaty Fajrin

Penulis: Abdul Majid
Editor: Wahyu Aji
Penuturan Imelda Wigoena Berjuang di Final All England 1979 Bersama Verawaty Fajrin
Tangkapan layar dari Twitter @Badminton Talk
Kabar duka menyelimuti dunia bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin meninggal dunia Minggu (21/11/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan pebulutangkis putri Indonesia, Imelda Wigoena mengaku sangat sedih kehilangan mantan partnernya, Verawaty Fajrin yang hari ini telah berpulang ke pangkuan yang Maha Kuasa.

Imelda bersama Verawaty sempat jadi pasangan ganda putri yang disegani lawan-lawannya di akhir 1970 an.

Salah satu kenangan yang tak terlupakan saat Imelda/Verawaty tampil di All England 1979, di mana Srikandi Indonesia itu bisa keluar sebagai juara.

Imelda menceritakan, saat itu Verawaty yang merupakan juniornya tampil sangat bagus dan kuat di lini belakang sehingga mampu mengalahkan pasangan Jepang, Atsuko Tukoda/Mikiko Takada, 15-3,10-15 dan 15-5.

“Jadi memang waktu itu kami menang dari wakil Jepang (Atsuko Tokuda/Mikiko Takada) ya meskipun kami beda usia tapi saya lihat Vera main di lini belakang itu kuat banget. Jadi saya tinggal cari gimana supaya lawan naikini bola. Dia juga kalau main tidak pernah marah, puji tuhan akhirnya kita bisa juara,” cerita Imelda kepada Tribunnews, Minggu (21/11/2021).

Tak hanya di dalam lapangan, Imelda juga menceritakan bahwa Verawati juga sangat perhatian terhadap dirinya.

Baca juga: Imelda Wigoena Kenang Perjuangan Verawaty Fajrin Saat Berlatih di Bukit Senayan

Saat jelang pertandingan, Verawati kerap menyiapkan vitamin yang kala itu mengkonsumsi telur dan madu.

“Dulu saya selalu sekamar dengan Vera. Dia itu selalu perhatian. Kami dulu-duluan siapkan vitamin, jadi jaman dulu kan kami masih minum madu dan telur (kalau sekarang ternyata tidak dianjurkan dalam sport science ya). Nah, dia tuh perhatian banget, itu pasti dia yang siapin duluan terus dia kasih tahu saya,” kenangannya.

Kuat dan pantang menyerang di dalam lapangan serta punya rasa respek tinggi dan tanggung jawab di luar lapangan membuat Imelda berharap atlet Indonesia bisa mencontoh Verawaty.

“Saya harap atlet Indonesia juga mencontoh jiwa tak mau kalah dari Vera. Jadi bukan mau menang saja, tapi juga ada rasa tak mau kalahnya,” harap Imelda.

Baca juga: Imelda Wigoena Sebut Verawaty Fajrin Punya Jiwa Pantang Kalah yang Wajib Dicontoh Atlet Muda

Kini, Verawaty telah berpulang. Hanya kenangan dan pesan dari sang legenda yang tak pernah dilupakan Imelda. Verawaty Fajrin telah berpulang dengan tenang di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu, 21 November 2021, pukul 06.58 WIB.

Mantan pemain yang sarat prestasi besar ini berpulang dalam usia 64 tahun setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker paru-paru.

Rencananya, jenazah sang legenda akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Minggu siang ini.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas