Tribun Sport

MotoGP

Tikungan Tajam Yamaha di MotoGP 2022 untuk Hindari Perceraian dengan Fabio Quartararo

Yamaha dihadapkan tantangan di gelaran MotoGP 2022 untuk meyakinkan Fabio Quartararo agar mau meneken kontrak baru.

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
Tikungan Tajam Yamaha di MotoGP 2022 untuk Hindari Perceraian dengan Fabio Quartararo
JOE KLAMAR / AFP
Pembalap Ducati-Pramac Spanyol Jorge Martin (kiri) dan pembalap Yamaha Prancis Fabio Quartararo mengemudikan sepeda motor mereka selama sesi latihan bebas kedua menjelang Grand Prix Sepeda Motor Styrian di trek balap Red Bull Ring di Spielberg, Austria pada 6 Agustus 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Yamaha mulai diselimuti rasa ketar-ketir jelang pagelaran MotoGP 2022 yang akan mulai dihelat 6 Maret mendatang.

Tim pabrikan asal Jepang ini beberapa kali sudah diberikan ultimatum oleh pembalap andalannya, Fabio Quartararo.

El Diablo menginginkan motor Yamaha, M1 berkembang semaksimal mungkin. Tujuan El Diablo jelas, yakni untuk dapat bersaing dalam upayanya mempertahankan gelar juara dunia.

Jika M1 tak berkembang ke arah sesuai yang diinginkan Quartararo, sang rider tidak menutup peluang bahwa MotoGP 2022 menjadi jalinan terakhirnya bersama Monster Energy Yamaha.

Baca juga: Jadwal Tes MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika - Marc Marquez Muncul di Trek Balapan, Kode Comeback?

Baca juga: Buah Manis Ducati di MotoGP 2022, Honda, Yamaha & Suzuki Justru Bergelut dengan Polemik

Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Prancis Fabio Quartararo mendahului pembalap Aprilia Racing Team Gresini Spanyol Aleix Espargaro selama balapan MotoGP Grand Prix Valencia di arena pacuan kuda Ricardo Tormo di Cheste, pada 14 November 2021.
Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Prancis Fabio Quartararo mendahului pembalap Aprilia Racing Team Gresini Spanyol Aleix Espargaro selama balapan MotoGP Grand Prix Valencia di arena pacuan kuda Ricardo Tormo di Cheste, pada 14 November 2021. (JOSE JORDAN / AFP)

Quartararo ingin pindah ke tim yang mampu mendukungnya 100 persen, termasuk dari segi kuda besi yang sreg dengan pembalap asal Prancis ini.

Situasi ini jelas menjadi "tikungan tajam" bagi Yamaha. Mengingat Quartararo adalah proyek utama mereka dalam menjaga dominasi di ajang balap Grand Prix.

Praktis, sepeninggal Valentino Rossi yang memutuskan pensiun, Quartararo lah yang diplot sebagai suksesornya.

Untuk menjaga tak pisah hubungan dengan pembalap 22 tahun itu, Managing Director Yamaha Racing, Lin Jarvis mencoba untuk mendinginkan suasana.

Dia menjawab keraguan Quartararo dengan menegaskan target yang diusung Monster Energy Yamaha sudah jelas, yakni menjadi yang terdepan.

Oleh karena itu, ia tak ragu untuk menambah masa bakti Quartararo untuk MotoGP 2023 mendatang.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas