Tribun Sport

PB Djarum Fokus Benahi Sikap Praveen/Melati: Pertama Mereka Harus Hormati Pelatih 

Bila secara kepribadian sudah baik, Praveen dan Melati diyakini dapat menjalani program-program latihan dengan baik.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
zoom-in PB Djarum Fokus Benahi Sikap Praveen/Melati: Pertama Mereka Harus Hormati Pelatih 
ERIKA SAWAUCHI/BADMINTON PHOTO
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, takluk pada babak pertama Thailand Open II 2021 di Impact Arena, Bangkok. Thailand, 20 Januari 2021. 

PB Djarum Fokus Benahi Sikap Praveen/Melati: Pertama Mereka Harus Hormati Pelatih 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PB Djarum masih fokus membenahi aspek kepribadian dari pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Deava. 

Praveen dan Melati kini telah kembali berlatih di klub bulutangkis PB Djarum

Di bawah naungan PB Djarum, pasangan berjuluk The Honey Couple itu ditargetkan untuk tampil di Jerman Terbuka (8-14 Maret), Yonex All England (16-20 Maret), dan Swiss Terbuka (22-27 Maret). 

Baca juga: Penyebab Parahnya Komunikasi Praveen Jordan/Melati Deava: Tidak Pernah Ada Penengah Saat Berseteru

Pelati Indonesia Melati Daeva Oktavianti (kiri) dan Praveen Jordan dari Indonesia meraih tembakan dalam pertandingan perempat final bulu tangkis ganda campuran melawan Zheng Siwei dari China dan Huang Yaqiong dari China selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 28 Juli 2021 .
Pelati Indonesia Melati Daeva Oktavianti (kiri) dan Praveen Jordan dari Indonesia meraih tembakan dalam pertandingan perempat final bulu tangkis ganda campuran melawan Zheng Siwei dari China dan Huang Yaqiong dari China selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 28 Juli 2021 . (ALEXANDER NEMENOV / AFP)

Baca juga: Tanpa Praveen/Melati, Ini Daftar Lengkap 88 Atlet Pelatnas PBSI Tahun 2022

Manajer PB Djarum Fung Permadi mengungkapkan, fokus yang dilakukan PB Djarum saat ini adalah membenahi kepribadian Praveen dan Melati. 

PB Djarum ingin menjadikan pasangan tersebut pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. 

"Yang fokus kita bentuk adalah kedisiplinan. Mereka mulai dari yang paling awal. Pertama menghormati pelatih, menghormati jam latihan, menghormati bagaimana cara mereka berprilaku di luar sebagai seorang atlet," tutur Permadi saat berbincang dengan Tribunnews.com, Senin (31/1/2022) kemarin. 

"Itu yang akan kita bangkitkan dulu," imbuh dia. 

Bila secara kepribadian sudah baik, Praveen dan Melati diyakini dapat menjalani program-program latihan dengan baik.

Baca juga: Buruknya Komunikasi Praveen Jordan dan Melati Deava, Pernah Berantem Perkara Sepele Seperti Ini

Praveen Jordan (atas) dari Indonesia dan Melati Daeva Oktavianti dari Indonesia menonton shuttlecock dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda campuran melawan Yuta Watanabe dari Jepang dan Arisa Higashino dari Jepang selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 26 Juli 2021.
Praveen Jordan (atas) dari Indonesia dan Melati Daeva Oktavianti dari Indonesia menonton shuttlecock dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda campuran melawan Yuta Watanabe dari Jepang dan Arisa Higashino dari Jepang selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 26 Juli 2021. (Alexander NEMENOV / AFP)

"Kalau mereka sudah tahu yang harus dilakukan, program-program latihan selanjutnya yang fokus pada teknis akan bisa diikuti dengan baik," tutur Permadi. 

Tujuan utama dari pembinaan yang dilakukan PB Djarum adalah mengembalikan pasangan ranking 5 dunia itu ke performa terbaiknya.

"Hasil yang ingin kami dapatkan adalah mengembalikan performa terbaik mereka juga," tutur Permadi.

Permadi juga membenarkan bahwa PB Djarum telah membuat perjanjian tertulis dengan Praveen dan Melati. 

Perjanjian tertulis tersebut demi memastikan pasangan ganda campuran itu bersikap profesional sebagai seorang atlet.

"Itu perjanjian tertulis, untuk memperbarui komitmen mereka sendiri. Itu balik lagi ke kesungguhan mereka. Kita buat perjanjian tertulis itu supaya mereka makin bersungguh-sungguh," pungkas Permadi. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas