Tribun Sport

Profil Eddie Marzuki Nalapraya, Mayor Jenderal Purnawirawan TNI yang Kenalkan Pencak Silat ke Dunia

Lifetime Achievement Award in Sports itu diberikan kepada Eddie Nalapraya yang dinilai banyak berkontribusi di bidang olahraga khususnya Pencak Silat.

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
zoom-in Profil Eddie Marzuki Nalapraya, Mayor Jenderal Purnawirawan TNI yang Kenalkan Pencak Silat ke Dunia
Tribunnews.com/Alfarizy AF
Mayjen TNI Purn Eddie Marzuki Nalapraya. 

Tak hanya itu, ia juga sempat menggagas berdirinya organisasi Pencak Silat di negara-negara tetangga antara lain, Persekutuan Silat Singapore (Persisi), Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (Pesaka) dan utusan dari Brunei Darusalam. 

Pada tahun terbentuknya Persilat, Eddie terpilih sebagai Presiden. Setelah itu, tepatnya pada Tahun 1987, Silat dipertandingkan pada SEA Games.

Kompetisi Silat juga diupayakan hadir di negara lain. Pada tahun 2008, Eddie menggagas kejuaraan Pencak Silat di seluruh Eropa dan ia ditetapkan ‘Bapak Pencak Silat Eropa di Swiss.

Saat Presiden Spanyol dalam kunjungannya ke tanah air, Eddie Marzuki Nalapraya disebut juga sebagai Bapak Pencak Silat Dunia.

Karier Militer Eddie Marzuki Nalapraya

Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya memulai karier militer-nya sejak berusia 16 tahun. ia bergabung dengan Detasemen Garuda Putih saat terjadi Agresi Militer Belanda I.

Besar dan tumbuh di era kemerdekaan membuat Eddie pernah terlibat dalam berbagai gerakan perjuangan melawan Kolonialisme.

Kisah perjuangan Eddie yang tersebar di kalangan militer adalah ketika ia menanam bom batok yang ditutupi kotoran Kerbau atau Sapi untuk melumpuhkan penjajah.

Hingga pada tahun 1950 ia diangkat sebagai sersan, dan kemudian diangkat sebagai mayor jenderal di usia 80 tahun.

Dalam catatan kariernya, Eddie Nalapraya juga sempat tergabung menjadi anggota pasukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Kongo tahun 1960.

Catatan Pendidikan 

SD dan SMP, Tasikmalaya

Sekolah Bintara Administrasi, Surabaya (1951)

Sekolah Bintara Atas, Bandung (1955)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas