Tribun Sport

MotoGP

Aleix Espargaro: Ducati Salah Pilih, Jorge Martin Lebih Sangar Ketimbang Enea Bastianini

Aleix Espargaro menyoroti dapur Ducati untuk MotoGP 2023 yang lebih memilih Bastianini ketimbang Jorge Martin.

Penulis: Drajat Sugiri
zoom-in Aleix Espargaro: Ducati Salah Pilih, Jorge Martin Lebih Sangar Ketimbang Enea Bastianini
AFP/FILIPPO MONTEFORTE
Pebalap Ducati Lenovo Australia Jack Miller (kanan) memimpin balapan selama balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco-Simoncelli di Misano Adriatico pada 4 September 2022. (Photo by Filippo MONTEFORTE / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Pembalap Aprilia, Aleix Espargaro mengklaim tim Ducati membuat kesalahan untuk MotoGP 2023.

Aleix Espargaro menyoroti keputusan memilih Enea Bastianini sebagai tandem Francesco Bagnaia ketimbang Jorge Martin.

Jorge Martin diklaim lebih sangar ketimbang rider yang saat ini masih berstatus sebagai rider Gresini Ducati tersebut.

Baca juga: Jadwal MotoGP 2022 dan Jam Tayang di Trans7: Kesempatan Bagnaia Kudeta Posisi Quartararo

Pebalap Aprilia Racing asal Spanyol Aleix Espargaro saat balapan MotoGP Grand Prix Inggris di sirkuit Silverstone di Northamptonshire, Inggris tengah, pada 7 Agustus 2022.
 (Photo by ADRIAN DENNIS / AFP)
Pebalap Aprilia Racing asal Spanyol Aleix Espargaro saat balapan MotoGP Grand Prix Inggris di sirkuit Silverstone di Northamptonshire, Inggris tengah, pada 7 Agustus 2022. (Photo by ADRIAN DENNIS / AFP) (AFP/ADRIAN DENNIS)

Sebagaimana yang diketahui, Ducati sudah menentukan pilihan starting line-up pembalapnya untuk mengarungi MotoGP 2023.

Enea Bastianini menjadi pilihan pabrikan Italia itu untuk berpasangan dengan Bagnaia.

Namun sebelum ketok palu atas keputusan tersebut, Bastianini memiliki pesaing pada diri Jorge Martin.

MotoGP 2022 menjadi tolak ukur penilaiannya. Dan hasilnya, Bastianini memang tampil lebih konsisten ketimbang rider berkabangsaan Spanyol itu.

Penunjukan Bastianini mengundang banyak reaksi, satu di antaranya datang dari Aleix Espargaro.

"Jika saya Ducati, tentu pilihannya kepada (Jorge) Martin. Apa yang dilakukan Ducati bisa saja salah (memilih Bastianini)," buka Aleix, dikutip dari laman Motosan.

"Jorge Martin memiliki bakat yang luar biasa hebat. Dia lebih sangar (ketimbang Bastianini)," tambah rider asal Catalan, Spanyol.

Jorge Martin memang tampil memukau di MotoGP 2021. Dia menunjukkan agresifitas di atas lintasan.

Namun yang menyebabkan dirinya banyak melakukan kasalahan di musim ini lantaran tekanan dari Ducati.

"Saya pikir Jorge Martin tidak mendapatkan hasil yang sesuai di musim ini karena banyak tekanan (dari Ducati)," sambung saudara Pol Espargaro.

Meski demikian, rekan setim Maverick Vinales ini tak ingin terlalu ikut campur urusan 'dapur' Ducati.

"Secara pribadi, Martin adalah pembalap yang memiliki karakteristik seperti Marquez. Namun itu sudah menjadi pilihan Ducati, saya tak ingin lebih jauh lagi," terangnya.

Jorge Martin sendiri memutuskan untuk tetap bertahan di Pramac Ducati untuk musim depan.

Untungnya, rider berjuluk Martinator ini mendapatkan spek motor yang sama dengan pembalap pabrikan untuk MotoGP 2023. Ini menjadi satu-satunya alasan mengapa Martin mau memperpanjang masa baktinya.

Maklum, mimpi dari Jorge Martin adalah membela tim pabrikan di MotoGP 2023. Meski kenyataannya mimpi tersebut harus tertunda.

(Tribunnews.com/Giri)

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas