Tribun Sport

Penantian Panjang Citra Febrianti Dapatkan Perak Olimpiade 2012: Satu Sisi Senang, Satu Sisi Sedih

Lifter putri Indonesia, Citra Febrianti akhirnya resmi dinobatkan sebagai peraih medali perak Olimpiade 2012 London.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Penantian Panjang Citra Febrianti Dapatkan Perak Olimpiade 2012: Satu Sisi Senang, Satu Sisi Sedih
tribunnews.com/majid
Lifter Indonesia, Citra Febrianti resmi mendapatkan medali perak Olimpiade 2012 London 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lifter putri Indonesia, Citra Febrianti akhirnya resmi dinobatkan sebagai peraih medali perak Olimpiade 2012 London.

Acara reallocation medal untuk Citra Febrianti diadakan di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (18/9/2022) yang juga merupakan rangkaian dari Olympic Day Fun Run 2022.

Citra Febrianti resmi mendapatkan medali perak Olimpiade 2012 usai peraih medali emas Zulfiya Chinsanlo dan peraih perunggu Christina Lovu, terbukti menggunakan doping.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih untuk pengurus-pengurus yang sudah membantu saya terutama Pak Okto, Erick, Pak Adang, akhirnya saya bisa mendapat medali ini,” kata Citra.

“Perjuangannya ternyata tak cukup yang di 2012. Masih ada perjuangan lagi untuk mendapat medali ini selama 10 tahun. Ya ucapkan syukur Alhamdulillah.  Terima kasih banyak sekali lagi untuk KOI yang sudah mengajukan laporan akhirnya sudah diterima dengan baik dan diproses secepatnya. Saya tak menyangka saja akhirnya bisa diproses, akhirnya perjuangan cukup panjang,” sambungnya.

Seusia mendapatkan medali dan berbagai apresiasi dari pemerintah, wanita 34 tahun tersebut terlihat tak kuasa meneteskan air matanya.

Ia merasa bangga karena setelah dirinya tak menjadi atlet masih ada perhatian besar dari pemerintah.

Seperti diketahui, Citra Febrianti telah mendapatkan bonus Rp 400 juta pada 20 Desember 2020 dari Kemenpora usia dipastikan mendapatkan medali perak.

Dan hari ini, Citra juga mendapatkan bonus sebenar Rp 100 juta dari Menteri BUMN, Erick Thohir yang juga menjabat sebagai IOC member.

“Ini sudah bertahun-tahun, rumit juga. satu sisi senang, satu sisi sedih. Saya merasa apakah ini terakhir untuk saya karena saya sudah tidak bisa jadi atlet, dan mencetak prestasi lagi. Ya ini pengalungan (medali) untuk saya yang terakhir,” kata Citra sambil meneteskan air matanya.

“Biasanya kita tahun mantan atlet sih, kalau sudah jadi mantan pasti tak akan menjadi mantan atau dilihat lagi.  Alhamdulillah untuk terakhir kali bisa mendapat medali ini taraf olimpiade yang saya pikir mustahil tapi ternyata bagi Allah tak mustahil,” pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas