Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Profil Rony Agustinus Pelatih An Se-young, Rival Gregoria Mariska Tunjung di Olimpiade Paris 2024

Rony Agustinus adalah pelatih asal Indonesia yang kini menjadi kepala pelatih sektor tunggal Korea Selatan. Sejak Juli 2022 ia melatih An Se-young.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Profil Rony Agustinus Pelatih An Se-young, Rival Gregoria Mariska Tunjung di Olimpiade Paris 2024
Instagram An Se-young @a_sy_2225
Rony Agustinus adalah pelatih asal Indonesia yang kini menjadi kepala pelatih sektor tunggal Korea Selatan. Sejak Juli 2022 ia melatih An Se-young. 

Hal itu lantas membuat dirinya dipinang Malaysia untuk melatih disana sampai 2018.

Setelah itu, perjalanan karirnya sebagai pelatih berlanjut ke negeri Vietnam, mulai 2019.

Di sana, Rony membersamai Vietnam selama dua tahun hingga 2021 saay situasi Covid-19 merebak.

An Se Young dari Korea berkompetisi pada pertandingan tunggal putri putaran kedua melawan Beiwen Zhang dari AS di Kejuaraan Dunia BWF di Kopenhagen pada 24 Agustus 2023.
An Se Young dari Korea berkompetisi pada pertandingan tunggal putri putaran kedua melawan Beiwen Zhang dari AS di Kejuaraan Dunia BWF di Kopenhagen pada 24 Agustus 2023. (IDA MARIE ODGAARD / RITZAU SCANPIX / AFP)

Baca juga: Head to Head Gregoria vs An Se-young, Waktunya Jorji Putus Rekor Pertemuan Buruk dengan Bocah Ajaib

Pandemi membuatnya pulang ke Indonesia. Dan setelah itu datang tawaran untuknya sebagai pelatih Korea Selatan.

Ia kemudian menjabat pelatih kepala untuk sektor tunggal mulai Juli 2022. Disana ia bertemu dengan bakat yang dimiliki An Se-young hingga membuat pemain 22 tahun itu kini menjadi ranking satu dunia.

Perlu diketahui, semasa menjadi pemain Rony bersaing dengan Taufik Hidayat di berbagai kejuaraan.

Rekomendasi Untuk Anda

Usianya hanya terpaut tiga tahun lebih tua dibanding Taufik Hidayat.

Rony pernah memenangi World Junior Championship 1996. Lalu tampil di di SEA Games 1999 dan 2001.

Ia meraih medali emas (beregu) dan perunggu (single) di 1999, juga medali perak (beregu) dan perunggu di 2001.

Pelatih kelahiran 7 Oktober 1978 ini juga menjadi bagian dari Asian Games 2002. Ia berkontribusi saat meraih medali perak untuk tim regu badminton Indonesia.

Medali emas Thomas Cup 2002 juga menjadi salah satu pencapain terbaiknya semasa aktif menjadi pemain.

Ia terlibat persaingan langsung dengan Taufik Hidayat pada Kejuaraan Asia 2000 yang berlangsung di Jakarta.

Kala itu Rony menciptakan All Indonesia Finals sektor tunggal putra. Sayangnya, ia harus mengakui keunggulan Taufik Hidayat.

Kala itu, Rony bermain pantang menyerah sampai deuce 16-14 di set pertama. Tetapi di set kedua Taufik Hidayat comeback dan menang 2-15, dan akhirnya 3-15 di set ketiga.

Ia akhirnya pensiun pada 2007 dan setahun kemudian melanjutkan karir sebagai pelatih hingga berlanjut sampai sekarang.

(Tribunnews.com/Tio)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas