Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

PBVSI Perlu Menjawab Isu 'Main Sabun' di Proliga 2025, Format Final Four Layak Diupdate

Isu main sabun alias sengaja kalah untuk terhindar daritim tertentu merebak jelang grand final Proliga 2025, respons PBVSI dinanti.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in PBVSI Perlu Menjawab Isu 'Main Sabun' di Proliga 2025, Format Final Four Layak Diupdate
Tribun Solo/Muhammad Nursina
PROLIGA 2025 - Ekspresi pevoli Gresik Petrokimia, Megawati Hangestri Pertiwi (tengah) saat melawan tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro dalam seri ketiga Final Four Proliga 2025 di Gor Sritex Arena, Solo, Jumat (2/5/2025). PBVSI perlu merubah format final four Proliga tahun depan guna minimalisir isu main sabun. 

TRIBUNNEWS.COM - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) perlu meninjau format gelaran Proliga setelah isu konspirasi hingga "main sabun" menggeliat.

Rumor beberapa tim sengaja mengalah pada pertandingan final four Proliga 2025 bermunculan.

Tragisnya, tim-tim yang dibayangi isu tak sedap itu sudah memastikan tiket lolos ke grand final Proliga 2025.

Sehingga hal inilah yang kemudian memicu perlunya meninjau format babak final four Proliga di masa mendatang, guna meminimalisir isu konspirasi hingga 'main sabun'.

HASIL PROLIGA 2025 - Pevoli Gresik Petrokimia, Megawati Hangestri berkomunikasi dengan rekannya saat melawan tim voli putri Jakarta Pertamina Endro dalam seri ketiga Final Four Proliga 2025 di Gor Sritex Arena, Solo, Jumat (2/5/2025).
HASIL PROLIGA 2025 - Pevoli Gresik Petrokimia, Megawati Hangestri berkomunikasi dengan rekannya saat melawan tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro dalam seri ketiga Final Four Proliga 2025 di Gor Sritex Arena, Solo, Jumat (2/5/2025). (TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina)

Seperti yang diketahui, tuduhan sengaja mengalah ditujukan kepada Jakarta Pertamina Enduro yang pada laga terakhirnya di final four Proliga 2025 Solo menghadapi Popsivo Polwan.

Laga ini menentukan nasib dua tim yang berebut tiket grand final, yakni Popsivo Polwan dan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia.

Sementara Pertamina Enduro sudah tidak memiliki kepentingan karena sudah lebih dulu dipastikan lolos ke grand final.

Rekomendasi Untuk Anda

Gresik Petrokimia bisa lolos ke partai puncak, dengan syarat Jakarta Pertamina Enduro mengalahkan Popsivo Polwan. Sementara Popsivo, dapat melenggang ke laga puncak asal mampu mengalahkan Pertamina skor berapa pun.

Hasilnya di luar prediksi, Popsivo Polwan mampu menang 3-0.

Padahal dua hari sebelumnya, Pertamina mampu menciptakan comeback 3-2 setelah tertinggal dua set lebih dulu atas Petrokimia.

Setter Pertamina Enduro, Tisya Amallya, bahkan sampai berkomentar menyoal isu 'main sabun' alias sengaja kalah untuk menghindari sebuah tim. 

Baca juga: Daftar Juara Proliga Putra Putri: Kans JBP Back to Back Podium, Misi Popsivo & JPE Putus Puasa Gelar

"Kalau aku sih mungkin pasti banyak orang apalagi dengan kami kalah ini pasti banyak yang bilang, 'Oh, ini sengaja kalah'," ujar Tisya, dikutip dari BolaSport.

"Sebenarnya enggak karena setiap tim pun pasti punya strateginya masing-masing. Mungkin memang ini strateginya kita gitu," tegas setter timnas voli putri Indonesia.

Laga lain yang mengundang sorotan tersaji antara Jakarta Bhayangkara Presisi melawan Jakarta LavAni Transmedia pada hari terakhir final four Solo di GOR Sritex, Minggu (4/5).

Kedua tim yang sudah dipastikan lolos ke grand final, memilih untuk menurunkan line-up pelapis.

Format Baru Final Four Proliga 2026?

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas