Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●
BWF

Pearly/Thinaah Capai Ranking BWF Tertinggi, BAM Desak Rival Fadia Bertahan di Pelatnas

Pearly/Thinaah baru saja capai ranking tertinggi, Pearly/Thinaah didesak BAM agar bertahan di Pelatnas Malaysia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pearly/Thinaah Capai Ranking BWF Tertinggi, BAM Desak Rival Fadia Bertahan di Pelatnas
Badminton Asia
PEARLY/THINAAH - Ganda putri Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan saat bertanding di Badminton Asia Championships 2025 babak 32 besar pada 9 April 2025 di Ningbo Olympic, China. BAM desak Pearly/Thinaah bertahan di Pelatnas. (Foto Arsip April 2025). (Foto: Badminton Asia) 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar tak sedap mewarnai Pelatnas Malaysia (BAM) yang belum mendapat tanda tangan dari Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz menginginkan Pearly/Thinaah untuk tetap bertahan di pelatnas Malaysia.

Pemain ganda putri yang baru saja mencapai peringkat tertingginya di ranking BWF yakni nomor tiga dunia, dikabarkan belum perpanjang kontrak.

Badan pengurus mendapat kabar bahwa keduanya condong ke arah jalur independen atau profesional.

Tengku Zafrul telah menginstruksikan manajemen BAM untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk mempertahankan Pearl/Thinaah di bawah naungan mereka.

"Saya telah mengatakan kepada manajemen untuk mencoba dan menyelesaikannya sesegera mungkin," kata Tengku Zafrul melansir The Star.

"Akan lebih baik untuk memiliki kepastian itu sehingga para pemain dan manajemen tidak terganggu oleh hal ini."

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami juga perlu memastikan bahwa kami mempertahankan pemain di dalam BAM, jadi saya telah meminta manajemen untuk mencoba yang terbaik dan memastikan bahwa (Pearly-Thinaah) tetap tinggal," tegasnya menambahkan.

Baca juga: Kecemasan Malaysia Memuncak, Kebersamaan dengan Pearly/Thinaah Makin Menipis

Pearly/Thinaah pekan lalu berhasil mencapai final Indonesia Open.

Sayangnya keduanya harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen Super 1000 ini sebagai runner-up.

Jagoan Negeri Jiran menelan pil pahit ketika berhadapan dengan pasangan China Liu Shengshu/Tan Ning di final.

Zafrul menambahkan bahwa setelah berbicara dengan para pemangku kepentingan terkait mengenai masalah ini, tampaknya pilihan yang lebih bijak adalah Pearly/Thinaah tetap bersama BAM.

PEARLY/THINAAH - Reaksi Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan dari Malaysia saat melawan Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti dari Indonesia pada final Hong Kong Open di Hong Kong pada 17 September 2023. (Foto Arsip September 2023). PETER TAMAN / AFP
PEARLY/THINAAH - Reaksi Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan dari Malaysia saat melawan Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti dari Indonesia pada final Hong Kong Open di Hong Kong pada 17 September 2023. (Foto Arsip September 2023). PETER TAMAN / AFP (PETER TAMAN / AFP)

"Ada beberapa pandangan yang beragam mengenai hal ini. Beberapa orang merasa bahwa para pemain harus diberi kebebasan untuk memilih jalan mereka," jelasnya.

"Sementara yang lain khawatir bahwa para pemain mungkin tidak akan tampil dengan baik begitu mereka pergi secara independen," sambungnya.

"Kita perlu menilai hal ini dengan benar. Bagi Menteri Pemuda dan Olahraga Hannah Yeoh, prioritasnya adalah melihat para pemain sukses, terlepas dari apakah mereka bersama BAM atau independen, selama mereka membawa kejayaan bagi negara."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas