Isu Perpecahan Marquez Bersaudara Hantam MotoGP 2025, AM73 Sebut Adanya Sengkuni
Alex Marquez menyebut ada yang tidak senang melihat kerukunan dirinya dengan sang kakak, Marc Marquez di panasnya perebutan juara dunia MotoGP 2025.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang balapan MotoGP Belanda 2025 di Sirkuit Assen pada 27-29 Juni, isu perpecahan Marquez Bersaudara merebak di garasi.
Perpecahan Marc Marquez dengan sang adik, Alex Marquez, disebut karena persaingan ketat keduanya dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2025.
Namun kabar retaknya keharmonisan "Marquez Brothers" diklarifikasi oleh sang adik. AM73 menyebut ada pihak yang ingin memecah hubungan baik Marc Marquez dengan Alex Marquez.
Sebagaimana yang dietahui, Marc Marquez begitu mendominasi kejuaraan dunia MotoGP 2025.
Dari sembilan seri yang telah berlangsung, MM93 memenangkan 5 balapan utama, dan 8 sprint race. Hasil ini menempatkan juara dunia MotoGP 6 kali, kokoh sebagai pemuncak klasemen.
Marquez mengemas 270 poin, unggul 40 angka dari sang adik, Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) di urutan kedua. Rekan setim Marc Marquez di Ducati Lenovo Team, Francesco 'Pecco' Bagnaia tercecer di urutan ketiga dengan tertinggal 110 angka.
Alih-alih bersaing ketat dengan Pecco untuk jadi yang terbaik di musim 2025, Marc Marquez justru harus berhadapan dengan sang adik.
Faktanya, persaingan gelar juara dunia MotoGP 2025 sekadar di lintasan balap belaka. Marc memiliki hubungan yang sangat baik bersama adiknya, Alex.
Bahkan, MM93 sempat mengungkapkan bahwa dirinya dan Alex kerap berdiskusi mengenai strategi balapan.
Namun, Alex Marquez menilai hal tersebut sulit dilakukan secara nyata saat balapan berlangsung.
“Berbagi strategi itu sulit. Ini bukan Formula 1 yang bisa bilang ‘saya masuk pit di lap 10’. Di MotoGP, kami harus terus mendorong (memaksa) motor,” kata Alex jelang MotoGP Belandam dikutip dari laman Crash.
Baca juga: MotoGP Belanda 2025: Taman Bermain Geng VR46 Diacak-acak MM93, Rekor Bersejarah Pecco Bagnaia Ambyar
Alex menambahkan, diskusi terkait strategi seperti menghemat ban memang mungkin dilakukan, tetapi hanya saat sesi latihan.
“Mungkin saat latihan bisa berbagi strategi, tapi saat balapan semua harus tampil maksimal,” ujar Alex.
Alex membantah tudingan bahwa dirinya seolah memberi ruang kepada Marc untuk lebih mudah menang.
Ia menyebut dominasi Marc murni karena kecepatan yang dimilikinya.
Baca tanpa iklan