Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Daftar Juara Tenis Wimbledon Putri: Tren Sejak 2016 Terjaga oleh Iga Swiatek

Iga Swiatek meneruskan tren juara Wimbledon putri yang selalu berganti sejak 2016 lalu, di mana Serena Williams menjadi yang terakhir juara beruntun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Daftar Juara Tenis Wimbledon Putri: Tren Sejak 2016 Terjaga oleh Iga Swiatek
Instagram @iga.swiatek
POSE JUARA SWIATEK - Petenis Polandia, Iga Swiatek, berhasil menjadi juara Wimbledon 2025 setelah mengalahkan Amanda Anisimova di final, Sabtu (12/7/2025) malam. Kemenangan Iga Swiatek ini sekaligus mempertahankan tren juara Wimbledon putri yang selalu berganti sejak 2016. 

TRIBUNNEWS.COM - Petenis Polandia, Iga Swiatek, menisbatkan diri sebagai juara Wimbledon 2025 setelah mengalahkan Amanda Anisimova, Sabtu (12/7/2025) malam.

Tak cuma menang, Iga Swiatek memastikan kemenangannya diraih dengan straight set, 6-0 dan 6-0.

Performa luar biasa itu membuat decak kagum mengarah kepada Swiatek.

Ia pantas menjadi juara tenis Wimbledon yang sarat gengsi.

Berhubungan dengan juara, kemenangan Iga juga berarti banyak bagi Wimbledon.

Pasalnya sejak 2016 silam, Wimbledon selalu melahirkan juara baru setiap tahunnya.

Petenis putri terakhir yang bisa melakukan back to back atau kemenangan beruntun adalah Serena Williams.

Rekomendasi Untuk Anda

Serena melakukannya pada edisi 2015 dan 2016.

Setelah itu, tak ada lagi yang bisa melakukannya.

Baca juga: Jadwal Tenis Wimbledon 2025 Final Putra: Duel Ideal Carlos Alcaraz vs Jannik Sinner

AKSI IGA SWIATEK - Petenis asal Polandia, Iga Swiatek, saat beraksi di turnamen tenis Wimbledon 2025.
AKSI IGA SWIATEK - Petenis asal Polandia, Iga Swiatek, saat beraksi di turnamen tenis Wimbledon 2025. (Instagram @iga.swiatek)

Kini, Iga Swiatek berhak menuliskan ceritanya sendiri.

Kemenangan di Wimbledon sekaligus melengkapi koleksi gelar Grand Slam Swiatek di tiga jenis lapangan berbeda: tanah liat (French Open), keras (US dan Australian Open), dan rumput (Wimbledon). 

Ia menjadi petenis wanita termuda sejak Serena Williams (2002) yang berhasil meraih Grand Slam di semua permukaan.

Swiatek, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai “Queen of Clay” karena empat gelar French Open dalam lima tahun terakhir, kini membuktikan diri sebagai pemain all-court sejati.

Pada laga final ini, Swiatek memang percaya diri bisa berbicara banyak.

Swiatek hanya butuh 25 menit untuk menyapu set pertama, dan tetap menjaga momentum di set kedua. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas