Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Respons NOC Indonesia Atas Pencabutan Permenpora No 14/2024

NOC Indonesia peraturan tersebut terlalu mengintervensi otonomi organisasi olahraga, terutama dalam hal pendanaan dan pengambilan keputusan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Respons NOC Indonesia Atas Pencabutan Permenpora No 14/2024
dok: NOC Indonesia
PENCABUTAN PERMENPORA - Komite Eksekutif NOC Indonesia, Krisna Bayu  menyambut baik langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang secara resmi mencabut Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Prestasi. 

Namanya mendunia setelah menjadi orang Asia pertama yang memiliki saham klub NBA Philadelphia 76ers, serta menjabat Presiden Inter Milan.

Selain itu, Erick Thohir juga sukses memimpin Asian Games 2018 Jakarta–Palembang yang menuai pujian internasional. Di level global, Erick Thohir masih aktif sebagai anggota Central Board FIBA sejak 2014 dan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak 2019.

Lebih lanjut, lewat sederet pengalaman panjang di dunia olahraga nasional dan internasional, membuat Erick Thohir memahami betul aturan dan tata kelola olahraga yang berlaku di internasional. 

Sebab itu, kebijakan yang diambil membuka ruang kolaborasi yang lebih sehat antara pemerintah, NOC, federasi olahraga, hingga stakeholder swasta.

Sebab itu, NOC Indonesia optimistis dengan sinergi seluruh elemen bangsa, Indonesia mampu melahirkan lebih banyak Olympian dan mengukir sejarah baru di Olimpiade mendatang.

“NOC Indonesia siap menjadi motor pemersatu, mengajak semua pihak untuk bersatu mendorong prestasi olahraga melalui perbaikan internal tata kelola. Bersama-sama, kita harus memastikan Merah Putih berkibar lebih tinggi di ajang internasional,” tambahnya.

Krisna Bayu yang juga merupakan Olympian judo di tiga edisi berbeda (1996 di Atlanta, Sydney 2000 dan Athena 2024) menilai langkah Menpora sebagai bentuk keberanian untuk menata ulang fondasi olahraga prestasi.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kebijakan ini memberi kepastian bagi federasi olahraga agar bisa fokus pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. Kita perlu memanfaatkan momentum ini untuk menciptakan sistem yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pencapaian medali,” pungkasnya.

 

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas