Sebanyak 2.188 Atlet Muda Ramaikan Athletics Challenge Seri 2, Irgi Candra Pranata Curi Perhatian
Tim SMA NU Al Ma’ruf juga menunjukkan performa solid dengan menyabet juara umum KU 18, mengemas 8 emas, 6 perak, dan 4 perunggu.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Sebanyak 2.188 Atlet Muda Ramaikan Athletics Challenge Seri 2, Irgi Candra Pranata Curi Perhatian
Ringkasan Berita:
- Lebih dari 2.000 atlet muda meramaikan kejuaraan bertajuk "MilkLife Athletics Challenge" Seri 2 di Kudus.
- Kompetisi ini dirancang untuk memberikan pengalaman tanding sekaligus memperkuat gerak dasar atletik para siswa.
- Irgi Candra Pranata, siswa kelas XII SMAN 2 Bae Kudus memborong dua trofi. Catatan terbaiknya adalah 50,57 detik di 400 meter dan 11,18 detik di 100 meter.
TRIBUNNEWS.COM - Kota Kudus, Jawa Tengah kembali menjadi pusat pembinaan atletik usia muda melalui penyelenggaraan kejuaraan atletik bertajuk "MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025", yang berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng, sejak Rabu (26/11) hingga Sabtu (29/11).
Gelaran ini menghadirkan 2.188 peserta dari 184 sekolah MI, SD, MTs, SMP, hingga SMA di Kudus dan wilayah sekitarnya.
Baca juga: Delapan Rekor Nasional Tercipta di LPS Kejurnas Atletik & Indonesia U18 Open Championships 2025
Ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bekerja sama dengan PASI Kabupaten Kudus ini memperluas format kompetisi dibanding seri sebelumnya pada Juni 2025.
Tahun ini terdapat penambahan satu kategori usia dan tujuh nomor perlombaan, sehingga total tercatat 4 divisi umur (KU 10, KU 12, KU 15, KU 18) dengan 22 nomor yang dipertandingkan, mulai dari sprint, jarak menengah, estafet, jalan cepat, hingga nomor lempar dan lompat.
Pembinaan Atletik Sejak Dini
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk memberikan pengalaman tanding sekaligus memperkuat gerak dasar atletik para siswa.
“Kami merancang perlombaan MilkLife Athletics Challenge agar para siswa di berbagai tingkat pendidikan bisa merasakan kegembiraan berkompetisi di cabang olahraga atletik," ujarnya, dikutip Minggu (30/11/2025).
Apalagi, lanjutnya, atletik merupakan mother of sport yang mudah untuk dilatih dan dipelajari.
Menurutnya, ini merupakan pengalaman yang menarik bagi para siswa yang nantinya bisa lebih mendalami dan mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa mendatang.
"Kami berharap sekolah dan orang tua terus memberikan dukungan kepada calon-calon atlet harapan bangsa ini untuk terus mengasah talentanya,” ucap Yoppy.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kudus, Noor Akhmad, menyebut penyelenggaraan ini menjadi bagian penting dari proses regenerasi atletik daerah.
“MilkLife Athletics Challenge memberikan ruang kepada atlet Kudus agar memiliki wadah untuk berkompetisi sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS hingga SMA. Kami mendorong para atlet untuk bergabung di klub sehingga harapannya dapat menembus kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Karena tim Kudus untuk Porprov nanti juga diperkuat oleh atlet-atlet jebolan MilkLife Athletics Challenge ini. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife sudah membantu memunculkan bibit-bibit potensial untuk bisa dibina lebih lanjut,” kata Noor.
Perwakilan PASI Jawa Tengah, Firdaus, yang turut hadir, menilai kejuaraan ini mampu memperkuat jalur pembinaan usia dini di Kudus dan membuka peluang bagi lahirnya atlet berprestasi pada level lebih tinggi.
Aksi Menonjol dari Atlet Muda
Salah satu atlet lokal yang tampil mencuri perhatian adalah Irgi Candra Pranata, siswa kelas XII SMAN 2 Bae Kudus.
Turun di nomor lari 100 meter, 400 meter, serta estafet 4x400 meter, Irgi memborong dua trofi. Catatan terbaiknya adalah 50,57 detik di 400 meter dan 11,18 detik di 100 meter.
Irgi juga tercatat sebagai juara estafet 4x400 meter pada Popnas 2025 awal November lalu.
“Seru dan bangga sekali bisa berkompetisi di MilkLife Athletics Challenge saat ini dengan membawa nama sekolah. Di kejuaraan ini aku mengukur kemampuan dan sebagai salah satu persiapan untuk Porprov nanti, karena aku memiliki target untuk bisa masuk PON dan berkontribusi untuk provinsi Jawa Tengah. Untuk adik-adik jangan kendor latihan. Tidak perlu takut dengan lawan, yang penting terus semangat,” ujar Irgi.
Tim SMA NU Al Ma’ruf juga menunjukkan performa solid dengan menyabet juara umum KU 18, mengemas 8 emas, 6 perak, dan 4 perunggu.
Dibina oleh Miqdam Maulana, tim beranggotakan 18 atlet ini mempersiapkan diri selama 1,5 bulan sebelum kejuaraan.
“Kami antusias berpartisipasi dalam acara yang diadakan Djarum Foundation ini dan merupakan suatu langkah yang baik untuk mempersiapkan siswa dari KU 10 hingga KU 18, sehingga mereka tahu bagaimana lintasan dan batasan-batasan yang harus dilampaui. Kami ingin melihat potensi anak didik kami sekaligus mempersiapkan untuk event selanjutnya,” terang Miqdam.
Penjelasan Kategori Perlombaan
Lari 60 meter (KU 10 & KU 12), 80 meter (KU 15), 100 meter (KU 18), dan 400 meter (KU 18)
Merupakan lomba lari cepat jarak pendek pada jarak 60 meter, 80 meter, 100 meter, maupun 400 meter yang mengharuskan para peserta berlari dengan kecepatan maksimum di lintasan.
Lari 1.000 meter (KU 12), 1.500 meter (KU 15 & KU 18), 3.000 meter (KU 15 & KU 18)
Cabang lari jarak menengah dan jarak jauh yang menuntut kombinasi kecepatan, daya tahan, dan pengaturan ritme. Peserta berlari dengan kecepatan maksimum sekitar 2,5 lintasan lari (untuk KU 12), 3,75 lintasan lari (untuk KU 15 & KU 18) serta 7,5 lintasan lari (untuk KU 15 & KU 18). Perlombaan ini diarahkan bagi peserta yang memiliki minat ke nomor atletik lari jarak jauh.
Estafet 8 x 50 meter mixed (KU 10 & KU 12) dan 5 x 80 meter (KU 15)
Merupakan lomba lari sambung dengan panjang lintasan 400 meter. Satu regu berisikan delapan orang (4 atlet putra, 4 atlet putri) untuk KU 10 & KU 12, lima orang untuk KU 15, dimana tiap-tiap peserta membawa tongkat, berlari 50 meter (KU 10 & KU 12) serta 80 meter (KU 15). Selanjutnya peserta memberikan tongkat itu kepada rekan setimnya. Regu yang menang adalah yang tercepat membawa tongkat ke garis finish.
Estafet 4 x 100 meter (KU 18)
Merupakan lomba lari sambung dengan total panjang lintasan 400 meter, serta menjadi salah satu nomor atletik yang diperlombakan di olimpiade. Satu regu terdiri dari empat pelari dan masing-masing akan menempuh jarak lari 100 meter pada satu jalur yang telah ditentukan.
Setiap atlet harus membawa tongkat dan menyerahkannya ke anggota tim berikutnya. Regu yang menang adalah yang tercepat membawa tongkat ke garis finish.
Estafet 4 x 400 meter Mixed (KU 18)
Salah satu lomba lari sambung yang diperlombakan di olimpiade, dengan total panjang lintasan 1.600 meter.
Satu regu terdiri dari empat pelari (putra & putri) dan masing-masing akan menempuh jarak lari 400 meter, dengan kata lain setiap pelari akan melewati satu kali lintasan lari penuh. Setiap pelari harus menjaga ritme dan memastikan pergantian tongkat berlangsung aman tanpa kehilangan momentum.
Jalan Cepat 2.000 meter (KU 15) dan 3.000 meter (KU 18)
Peserta berjalan dengan kecepatan tinggi, namun bukan berlari, dan harus menjaga satu kaki selalu menapak tanah. Dengan postur badan harus tegak, mata menatap lurus ke depan, dan bahu rileks. Sementara gerakan lengan harus seimbang, tidak boleh terlalu kaku atau berlebihan.
Kanga's Escape (KU 10 & KU 12)
Merupakan lomba yang mengkombinasikan lompat gawang dan lari cepat dengan panjang lintasan sejauh 40 meter.
Dalam lintasan tersebut, terdapat empat penghalang setinggi 50 cm setiap 6 meter yang membuat peserta harus melompatinya hingga titik tujuan.
Kanga’s Escape merupakan olahraga beregu yang berisikan tiga atlet. Lomba ini diarahkan untuk melihat bibit-bibit nomor atletik lari gawang 110 meter.
Formula 1 (KU 10 & KU 12)
Mirip seperti ajang balap mobil, games ini juga memiliki lintasan berbentuk sirkuit sepanjang 80 meter.
Tak hanya berlari, peserta juga diharuskan melakukan gerakan sprint, rolling, lompat gawang dan lari berkelok (slalom course).
Formula 1 merupakan olahraga beregu yang memadukan unsur kekuatan, kelincahan dan kecepatan para peserta. Olahraga ini memiliki kemiripan dengan nomor atletik lari gawang 400 m.
Frog Jump (KU 10)
Seperti namanya, Frog Jump (lompat katak) mengharuskan atlet melompat dengan dua kaki selebar bahu, kemudian melakukan lompatan ke depan tanpa menggunakan penghalang sebanyak tiga kali lompatan langsung.
Di nomor lomba ini, unsur pengembangan kemampuan di power otot tungkai yang arahnya nanti ke nomor lomba lompat jauh.
Turbo Throw (KU 10 & KU 12)
Adalah lomba melempar alat bernama turbo yang menyerupai roket sepanjang 30 cm, terbuat dari paralon dengan mata roket karet dan ekor dari plastik.
Olahraga ini bertumpu pada kekuatan otot tangan dengan pelempar terjauh mendapat poin tertinggi. Lomba ini diarahkan untuk atlet yang ingin menggeluti nomor atletik lempar lembing.
Tolak Peluru (KU 15 & KU 18)
Peserta melakukan gerakan menolak atau mendorong peluru dari bahu menggunakan satu tangan, dengan tujuan mencapai jarak tolakan sejauh mungkin.
Olahraga ini membutuhkan kekuatan, teknik yang tepat, dan strategi untuk memaksimalkan jarak tolakan.
Lompat Jauh (KU 12, KU 15, dan KU 18)
Melompat sejauh mungkin dari titik awal ke titik pendaratan. Olahraga ini melibatkan awalan lari, tolakan dengan satu kaki, melayang di udara, dan pendaratan dalam bak pasir.
Lempar Lembing (KU 15 & KU 18)
Melemparkan tongkat panjang (lembing) sejauh mungkin. Peserta membutuhkan kekuatan, kecepatan, dan koordinasi yang baik. Lembing yang digunakan mirip tombak, tetapi lebih ringan dan memiliki ujung yang runcing.
Lempar Cakram (KU 15 & KU 18)
Peserta melempar cakram untuk mencapai jarak lemparan terjauh dengan menggunakan teknik dan kekuatan yang tepat. Cakram terbuat dari kayu berbentuk piring dengan sabuk besi atau bahan lain yang bundar pipih.
Lompat Jangkit (KU 18)
Lompat Jangkit atau “Triple Jump” adalah nomor dalam bidang atletik di mana pelompat berlari dahulu untuk mendapatkan kecepatan maksimal (fase awalan), lalu melakukan tiga rangkaian tolakan berurutan: jingkat (hop), langkah (step), dan lompat (jump) sebelum mendarat di bak pasir.
Teknik dasar ini menekankan kecepatan awalan, kekuatan tolakan, dan koordinasi tubuh agar momentum tetap terjaga dari fase ke fase berikutnya.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.