Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Raih Perak, Tim Bulutangkis Putri Indonesia Akui Terima Banyak Tekanan: Thailand Main Solid-Ngoyo 

Meski sempat kecolongan, Thailand menang 3-1 atas Indonesia di final badminton beregu putri. Indonesia menerima banyak tekanan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Raih Perak, Tim Bulutangkis Putri Indonesia Akui Terima Banyak Tekanan: Thailand Main Solid-Ngoyo 
Tribunnews/dok: PBSI 
RAIH PERAK - Tim bulutangkis putri Indonesia harus puas mendapatkan medali perak SEA Games 2025 usai dikalahkan Thailand pada laga final kategori beregu. 

Raih Perak, Tim Bulutangkis Indonesia Akui Terima Banyak Tekanan: Thailand Main Solid dan Ngoyo 

Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim bulutangkis putri Indonesia harus puas meraih medali perak pada SEA Games 2025 Thailand.

Kepastin itu mereka dapatkan seusai dikalahkan tim tuan rumah dengan skor 3-1.

Pada laga final ini, Putri Kusuma Wardani mampu membuka keunggulan usai mengalahkan Pornpawee Chochuwong dengan Skor: 21-8, 13-21, 21-16.

Baca juga: Hasil Final Badminton SEA Games 2025: Ubed Poin, Tim Putra Indonesia Raih Emas Ganyang Malaysia 3-0

Putri KW tampil meyakinkan di gim pertama, sempat goyah di gim kedua, namun bangkit pada gim penentuan dan memberikan Indonesia keunggulan 1-0.

Kemudian pada game kedua, ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum takluk dari Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran dengan skor 18-21, 21-11, 18-21.

Rekomendasi Untuk Anda

Tunggal putri kedua, Gregoria Mariska Tunjung juga tampak kesulitan mengembangkan permainan menghadapi Ratchanok Intanon. Mantan pebulutangkis dunia tersebut tampil dominan dan membawa Thailand unggul 2-1.

Hasil kekalahan juga dialami ganda kedua, Febriana Dwipuji Kusuma/ Meilysa Trias Puspitasari yang takluk dari Ornicha Jongsathapornparn / Jhenicha Sudjaipraparat dengan 19-21, 18-21.

Kekalahan ini memastikan Thailand menang 3-1 atas Indonesia.

Seusai laga, Febriana mengaku kecewa setelah gagal menyumbang poin penting untuk tim Indonesia. Keduanya harus mengakui keunggulan lawan dan pulang dengan banyak evaluasi.

Febriana mengatakan kekalahan ini menjadi pengalaman berharga, terutama soal perbedaan atmosfer antara pertandingan beregu dan perorangan.

“Hari ini kami cukup sedih karena tidak bisa menyumbang poin untuk Indonesia. Banyak pelajaran yang kami ambil,” ujar Febriana, Rabu (10/12/2025).

“Pertandingan beregu dan perorangan itu sangat beda dari segi mental dan non-teknisnya. Itu yang perlu kami tingkatkan. Kami minta maaf untuk seluruh warga Indonesia karena belum bisa menyumbangkan poin dan membawa emas,” sambungnya.

Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari diri sendiri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas