Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Cerita Gregoria Mariska soal Sakit Vertigo yang Bikin Takut Latihan hingga Tanding Lagi

Cerita pilu Gregoria Mariska alias Jorji saat diterpa sakit vertigo, sang atlet sempat takut latihan hingga berjuang tanding lagi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cerita Gregoria Mariska soal Sakit Vertigo yang Bikin Takut Latihan hingga Tanding Lagi
PBSI
JORJI - Gregoria Mariska Tunjung, bersama pelatih tunggal putri, Herli Djaenudin, di BWF World World Tour Finals 2024, Hangzhou, China, pada Kamis (12/12/2024). Cerita pilu soal sakit vertigo Gregoria Mariska. (Foto Arsip Desember 2024). Dok/PBSI 

Ringkasan Berita:
  • Cerita pilu soal sakit vertigo yang diderita atlet badminton tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska yang akrab disapa Jorji
  • Jorji harus berjibaku dengan sakit vertigo yang ia derita di tengah gelaran BWF World Tour 2025 hingga absen panjang
  • Istri Mikha Angelo ini mengaku sempat takut latihan sebelum akhirnya bisa comeback tanding lagi

TRIBUNNEWS.COM - Atlet badminton tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska mengungkap cerita pilu soal sakit vertigo yang diderita di tengah gelaran BWF World Tour 2025.

Atlet yang akrab disapa Jorji ini harus berjibaku dengan vertigo saat coba menjaga konsistensi performanya untuk mengarungi musim 2025.

Awal tahun 2025 performa Jorji cukup naik turun namun masih bisa menjaga konsistensinya dengan tak tersisih di babak pertama atau kedua tiap turnamen.

Sayangnya sejak terakhir mencapai 8 besar All England 2025, permainan Jorji di Kejuaraan Asia 2025 kurang memuaskan dan ternyata karena sudah bertarung dengan Vertigo.

Pada bulan Mei 2025 setelah dia batal masuk skuad Indonesia untuk Sudirman Cup 2025, sempat menjelaskan soal apa yang ia alami dalam beberapa waktu terakhir.

lihat fotoTunggal putri bulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melawan tunggal putri India Anupama Upadhyaya pada babak 32 besar Indonesia Masters 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Rabu (22/1/2025). Gregoria Mariska Tunjung menang atas Anupama Upadhyaya asal India dengan straight game 21-12, 21-5 dengan hasil tersebut Gregoria sukses mengunci tiket ke babak 16 besar Indonesia Masters 2025. Tribunnews/Jeprima
Tunggal putri bulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melawan tunggal putri India Anupama Upadhyaya pada babak 32 besar Indonesia Masters 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Rabu (22/1/2025). Gregoria Mariska Tunjung menang atas Anupama Upadhyaya asal India dengan straight game 21-12, 21-5 dengan hasil tersebut Gregoria sukses mengunci tiket ke babak 16 besar Indonesia Masters 2025. Tribunnews/Jeprima

Penjelasan Awal soal Vertigo Jorji 

"Sudah lama saya merasa perlu untuk menjelaskan mengapa saya tidak ikut tur baru-baru ini. Saya mengalami vertigo atau migrain parah yang terjadi beberapa kali sejak akhir Maret. Setiap 'episodenya' berlangsung selama empat sampai lima jam, di mana saya kehilangan keseimbangan, muntah, dan tidak bisa melakukan apa pun kecuali berbaring," tulis Gregoria di Instagramya beberapa waktu lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Gregoria menjelaskan bahwa vertigo selalu menyerangnya secara tiba-tiba.

Baca juga: Meski Didera Vertigo, Gregoria Hattrick Final Kumamoto Masters: Tahun Ini Paling Berat

"Satu menit saya merasa baik, dan kemudian semua jadi tidak baik-baik saja, segalanya tidak bisa diprediksi. Bulan ini saja, saya harus dibawa menggunakan ambulans [ke rumah sakit] sebanyak dua kali," tambahnya.

"Pada awalnya saya pikir vertigo itu dipicu oleh stres berat. Saya pergi ke dokter, melakukan MRI otak dan serviks, dan bersyukur hasilnya normal. Dokter bilang tidak mudah menemukan penyebab pasti vertigo karena bisa terjadi karena banyak hal, dan saya dianjurkan untuk beristirahat sebanyak mungkin untuk melihat apakah kondisinya membaik, sembari melakukan tes lanjutan untuk mencari tahu penyebabnya," sambung Gregoria.

Adapun saat ini, Gregoria rutin menjalani fisioterapi agar lekas pulih dan bisa segera bertanding.

"Ini sangat berat. Saya berharap [vertigo] ini bisa segera hilang, bisa ditemukan penyebabnya dan yang terpenting bisa kembali ke lapangan," paparnya.

Sempat Takut Latihan

Jorji sempat dijadwalkan comeback setelah menepi sejenak bulan April hingga Mei, namun beberapa kali kesempatan kembali bertanding batal dilakukan.

Alasannya karena vertigo yang ia derita acapkali masih jadi momok bagi sang atlet yang ingin comeback bertanding.

Karena alasan itu, pemain asal Wonogiri, Jawa Tengah, mengakui bahwa dirinya sempat takut latihan karena masih sering kambuh.

Namun perlahan tapi pasti, dia mencoba bangkit dan pertama kali kembali tanding pada gelaran Japan Open 2025 bulan Juli.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas