Grafik Ranking BWF Ginting Merosot hingga Peringkat 58, Comebacknya Bikin Tanda Tanya
Cedera jadi hambatan Ginting di BWF World Tour 2025 berpengaruh kepada ranking BWF miliknya hingga terjun ke peringkat 58 dunia.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Bulan Juli 2025 di Japan Open 2025 jadi turnamen comeback Ginting setelah cedera panjang dengan hasil yang kurang memuaskan.
Namun Ginting tak patah arang dan terus aktif ikut serta dalam berbagai rentetan turnamen mulai China Open, Kejuaraan Dunia, Hong Kong Open, China Masters, Korea Open, Denmark dan French Open.
Sayangnya, kiprah Ginting dalam turnamen-turnamen tersebut tak pernah menghasilkan torehan mengesankan.
Dia jadi atlet yang langganan pulang cepat atau early exit karena sulitnya melewati babak 32 dan 16 besar di turnamen level berapapun.
Hasil itu tentu biki target Ginting meleset. Awalnya, dia bertekad berburu poin BWF agar bisa mendongkrak ranking BWF.
Justru peringkat dunia miliknya kian merosot hingga perlahan disalip oleh junior-juniornya.
Grafiknya mulai dari awal tahun 2025 berada di peringkat 9 dunia, bulan Juli menurun hingga ranking 50 dunia. Sampai paling pelik peringkat Ginting sempat terjun hingga posisi 88 dunia.
Sampai per 23 Desember 2025, ranking BWF milik Ginting saat ini di sektor tunggal putra berada di posisi 58 dunia.
Ginting Cedera Lagi
Akhir musim 2025 Ginting banyak memutuskan mundur dari turnamen BWF World Tour gegara cedera.
Beda lagi dengan cedera yang ia alami pada awal musim 2025, kini Ginting mengalami masalah dengan pinggangnya.
Sembari memulihkan kondisi pinggangnya, dia juga baru saja menemani istrinya melahirkan anak pertamanya.
Walhasil dua edisi beruntun Ginting tak bisa bersaing untuk lolos BWF World Tour Finals imbas minimnya jumlah turnamen dan poin BWF.
Terbaru, belum ada update dari PBSI terkait kondisi Ginting setelah dikabarkan mengalami masalah dengan pinggangnya.
Tanda Tanya Comeback Ginting
Dengan rentetan permasalahan yang ada, comeback Ginting di BWF World Tour 2026 masih jadi tanda tanya.
Bagaimana tidak, dengan peringkat dunia yang sudah terlempar dari 50 besar, Ginting kesulitan main di turnamen super 500 ke atas.
Baca tanpa iklan