Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Target Medali Tim Boccia Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Tim Boccia Indonesia menargetkan meraih 8 medali, yang terdiri dari 2 emas, 2 perak, dan 4 perunggu di ASEAN Para Games 2025.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Guruh Putra Tama
Editor: Drajat Sugiri
zoom-in Target Medali Tim Boccia Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Dokumentasi tim pelatih Boccia
LATIHAN TIM - Susana latihan tim Boccia Indonesia di pemusatan latihan untuk persiapan tampil di ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Thailand 20-26 Januari 2026. Tim Boccia Indonesia menargetkan 2 emas, 2 perak, dan 4 perunggu di ajang ASEAN Para Games 2025. (Dokumentasi tim pelatih Boccia/Argya Setya Wimala) 

Harapan besar yang tersemat kepada Muhamad Afrizal Syafa memang tak berlebihan.

Ia membuktikan diri dengan mengukuhkan namanya sebagai dua pemain Boccia terbaik dunia saat ini di tunggal putra BC1.

Syafa saat ini menempati ranking 2 dunia di tunggal putra BC1.

Ia hanya kalah dari pemain asal Hong Kong, John Loung.

Baca juga: Sambut ASEAN Para Games 2025, Cabor Boccia Indonesia Siap Tempur di Thailand

Soal potensi lawan di tingkat Asia Tenggara, Syafa harus mewaspadai atlet dari Thailand dan Singapura.

Ada Witsanu Huadpradit (Thailand) dan Jovin Tan yang mencari peluang untuk mereka sendiri di ajang nanti.

Sementara itu dari sektor tunggal putri BC2, posisi wakil Indonesia serupa.

Rekomendasi Untuk Anda

Gischa Zayana yang diharapkan bisa mendapatkan emas dari nomor ini memang memiliki peringkat yang luar biasa.

Ia kini menempati ranking 2 dunia, tepat di bawah Hiu Lam Yeung yang berstatus sebagai pemegang ranking tertinggi.

"Memang nomor itu yang secara ranking individual mereka memang top dan peta persaingannya agak longgar," terang Argya.

"Prediksi kita secara by data kemungkinan bisa tembus emas di dua nomor itu," lanjutnya.

Di tengah harapan tinggi itu, tim pelatih tetap meminta para pemain untuk enjoy dan sekaligus fokus membela Indonesia di kancah internasional.

"Kalau dari tim pelatih memandang faktor psikologis di Boccia ini sangat penting. Apalagi saat atlet mulai memasuki lapangan, faktor itu sangat berpengaruh," jelas Argya.

"Kami mendorong agar para atlet meninggalkan dahulu hal-hal di luar Boccia selama ASEAN Para Games dan fokus bertanding di sana," pungkasnya. (*)

(Tribunnews.com/Guruh)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas