Kans Tuan Rumah Hindari Nirgelar di Indonesia Masters 2026, Sektor Ganda Punya Harapan
Tuan rumah Indonesia Masters 2026 usung peluang terbuka hindari nirgelar berkat gebrakan dari andalannya di sektor ganda.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Indonesia selaku tuan rumah Indonesia Masters 2026 berpotensi bisa menghindari ancaman nirgelar seperti edisi 2025 lalu
- Tak bertumpu ke nomor tunggal yang hanya mengandalkan Alwi Farhan, harapan Indonesia ada di sektor ganda dengan delegasi yang masih cukup banyak
- Ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran membawa harapan bagi Merah-Putih untuk bisa berjaya di kandang sendiri
TRIBUNNEWS.COM - Indonesia selaku tuan rumah gelaran bertajuk Indonesia Masters pada edisi 2025 lalu harus menerima kenyataan pahit ketika dipastikan tak ada satupun andalannya mengamankan satu gelar.
Beralih ke Indonesia Masters 2026 saat ini, peluang untuk tak mengulangi torehan tahun 2025 lalu terbuka lebar berkat adanya gebrakan dari nomor ganda putra, putri, dan campuran yang masih memiliki lebih dari dua wakil di babak 8 besar.
Torehan pasukan ganda beda dengan nomor tunggal yang mana saat ini hanya bertumpu di sektor tunggal putra lewat Alwi Farhan. Ini karena Anthony Ginting mundur gegara masalah pinggang, Jonatan Christie dan Gregoria Mariska absen, sedangkan Putri Kusuma Wardani keok di babak 16 besar.
Dari catatan tersebut, diharapkan penggawa sektor ganda bisa melanjutkan tugasnya dengan baik demi menghindari ancaman nirgelar lagi di turnamen kandang sejak edisi 2025 lalu. Terlebih sejak musim 2026 bergulir, delegasi Merah-Putih belum menyumbang gelar sejak Malaysia Open dan India Open.
Ganda Putra
Masuk ke 8 besar diiringi dengan kepastian satu tiket semifinal berkat adanya perang saudara yang mempertemukan Fajar Alfian/Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Hasil dari derbi tersebut akan mengantarkan ke derbi lainnya andai Sabar Karyaman/Reza Pahlevi bisa mengalahkan Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia) yang berstatus unggulan ketiga.
Baca juga: Fakta 8 Besar Indonesia Masters 2026: 1 Tiket Semifinal Tersegel, 3 Sektor Ganda Tuan Rumah Menyala
Jika derbi kembali tersaji di semifinal, maka satu wakil tuan rumah memastikan satu tempat di final dan membuka kans besar juara.
Apalagi tiga utusan Indonesia yang berpotensi ke final tersebut akan menghadapi lawan di final yang notabene non-unggulan. Hanya Goh Sze Fei/Nur Izzuddin asal Malaysia dengan status unggulan empat di bracket atas sebagai kandidat ke final.
Ganda Putri
Beralih ke ganda putri, dua pasangan anyar besutan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tampil moncer dan berpeluang menciptakan perang saudara di babak semifinal.
Dengan catatan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Rachel Allessya/Febi Setianingrum kompak ke semifinal. Begitu pun dengan Apriyani Rahayu/Lanny Tria juga wajib ke semifinal untuk membuka asa All Indonesia Final.
Skenario ini didukung dengan calon-calon lawan utusan Indonesia di ganda putri yang lebih banyak non-unggulan ketimbang unggulan, sehingga peluang untuk menang terbuka.
Rentetan peluang dari ganda putri tersebut juga memberi harapan Indonesia bisa saja terhindar dari nirgelar asalkan bisa memanfaatkan keuntungannya main dihadapan publik sendiri.
Ganda Campuran
Asa dari nomor ganda campuran sejatinya cukup abu-abu mengingat Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu yang jadi jagoan utama Indonesia rawan tersisih gegara lawan unggulan masih bertebaran.
Batu sandungan Jafar/Felisha masih merata di bracket atas mulai dari unggulan Prancis, China, hingga pasangan kawakan Denmark yang bisa saja jadi penghalang laju Jafar/Felisha ke final.
Namun gebrakan dari Adnan Maulana/Indah Cahya Jamil dan pasangan lintas negara Hee Yong Kai Terry/Gloria Widjaja dinantikan tuahnya yang sudah membara sejak babak pertama di 8 besar nanti.
Kemenangan Adnan/Indah dan Terry/Gloria membuka peluang Indonesia terhindar dari nirgelar andai kedua pasangan bisa kompak ke semifinal.
Dari ulasan di atas, peluang yang paling ciamik hadir dari ganda putra disusul ganda putri. Ganda campuran masih mengkhawatirkan karena kejutan dari ganda elite lainnya bisa jadi batu sandungan utusan Indonesia.
(Tribunnews.com/Niken)