Silly Season MotoGP 2027 Dimulai Lebih Awal, Pembalap Elite Langsung Beri Kejutan
Silly Season MotoGP 2027 memanas lebih dini sebelum musim 2026 dimulai, jajaran pembalap elite beri gebrakan mengejutkan.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Dwi Setiawan
Koneksi itu bernama Pramac, tim yang mengantarkan Martin meraih gelar juara dunia MotoGP 2024 saat keduanya masih menjadi bagian dari Ducati.
Menariknya, Paddock-GP melaporkan bahwa bos Pramac, Paolo Campinoti, terus membujuk Martin untuk menerima tantangan baru bersama Yamaha, mengandalkan chemistry yang sudah teruji dan pernah berbuah gelar juara dunia.
Pedro Acosta Gantikan Pecco Bagnaia
Beralih ke kubu Ducati, Pedro Acosta jadi pemicu geger transfer pembalap di line-up tim pabrikan antara Marc Marquez dan Pecco Bagnaia.
Kabarnya, Ducati lebih menitikberatkan untuk memperpanjang kontrak Marquez ketimbang anak emasnya, Pecco Bagnaia. Alasanya tampak jelas mengingat Baby Alien lebih tampil konstan ketimbang Bagnaia yang masih belum jelas.
Kehadiran Acosta diprediksi akan jadi babak baru Ducati untuk tetap konsisten dengan line-up idamannya yang diisi pembalap elite.
Terlebih Acosta juga mengincar tim pabrikan dengan Ducati jadi tempat baru yang bisa membantu si Hiu mendapat kemenangan pertama di MotoGP sekaligus bersaing untuk menjadi juara dunia.
Lewat manajernya, Acosta sudah sempat main mata dengan VR46 Ducai sebagaimana laporan La Gazzetta dello Sport, tapi prioritas pembalap Spanyol tersebut tetap beralih ke tim pabrikan.
Andaikan KTM benar-benar merelakan Acosta pergi, tim asal Austria itu sudah mendapat opsi peggantinya yakni Maverick Vinales.
Sejauh ini diprediksi sudah 50 persen Acosta akan berlabuh ke Ducati meski bos Gigi Dall'igna masih memberikan jawaban diplomatisnya terkait kedatangan sang rider.
Pecco Bagnaia Cari Rumah Baru
Seiring dengan presentasi tinggi Acosta ke Ducati, nasib Pecco Bagnaia pun jadi tanya tanya. Apalagi Gigi Dall'igna masih mau pasang badan dan ambisi Bagnaia yang ingin pensiun di Ducati.
Namun jika bertahan di Ducati berarti Bagnaia harus siap menerima kenyataan pahit karena berpotensi besar tak lagi menjadi pusat proyek tim imbas Marquez yang lebih dominan ketimbang dirinya.
Hal itu akan memegaruhi gajinya selama di Ducati. Potensi pendapatan menurun bisa saja terjadi dalam karier Bagnaia jika memaksakan diri bertahan di Ducati melansir Moto.it.
Selain itu, kondisi metalnya akan dipertanyakan andai saja Marquez terus jadi bayang-bayangnya dalam menunjukkan dominasi performanya.
Opsi kepindahan Bagnaia merujuk ke Yamaha dengan catatan Fabio Quartararo benar-benar hengkang dari tim tersebut.
Namun ada pilihan menarik lainnya untuk Bagnaia yakni pindah ke Aprilia. Ini karena Martin yang berpotensi tidak diperpanjang oleh tim pabrikan Noale, sekaligus bisa bersanding dengan sahabatnya, Marco Bezzecchi.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan