Jadi Tuan Rumah Sudirman Cup 2027 dan Thomas-Uber Cup 2028, Indonesia Arena Effect
Indonesia Arena jadi alasan Presiden BWF menunjuk Indonesia jadi tuan rumah Sudirman Cup 2027 dan Thomas-Uber 2028 mendatang.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- BWF resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah gelaran Sudirman Cup 2027 dan Thomas & Uber Cup 2028
- Indonesia Arena bikin Presiden BWF tertarik untuk melangsungkan gelaran turnamen major tersebut
- Tawaran kepada Kemenpora Indonesia sejak 2025 lalu akhirnya terealisasi
TRIBUNNEWS.COM - BWF resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Sudirman Cup 2027 dan Thomas & Uber Cup 2028, Selasa (10/2/2026).
Penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah sebenarnya berawal dari tawaran resmi dari Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, sejak tahun 2025 lalu.
Tepatnya ketika Presiden BWF bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia waktu itu, Dito Ariotedjo, pada bulan Juni 2025 dan tertarik akan pesona Indonesia Arena.
Kala itu eks Menpora Ditoelah menyatakan kesiapan penuh dari Indonesia untuk menyambut dua ajang elite ini di Indonesia Arena.
Kenapa Indonesia Arena?
Presiden BWF yang berasal dari Thailand tersebut terpukau dengan fasilitas yang ada di venue ciamik Indonesia Arena.
Ia secara formal menawarkan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Sudirman 2027 dan Piala Thomas & Uber 2028.
Baca juga: Indonesia dapat Tawaran BWF Jadi Tuan Rumah Sudirman Cup 2027 dan Piala Thomas-Uber 2028
Pemerintah Indonesia melalui Menpora Dito Ariotedjo langsung menyambut positif tawaran karpet merah ini.
Salah satu alasan utama BWF menunjuk Indonesia adalah keberadaan Indonesia Arena.
Fasilitas mutakhir di kompleks Gelora Bung Karno ini dinilai sangat layak dan memiliki standar internasional.
Harapannya bisa melampaui ekspektasi untuk menggelar turnamen mayor sekelas Piala Sudirman dan Thomas-Uber.
Bagian dari Transformasi Global Badminton
BWF menilai Indonesia Arena sebagai venue yang akan mengubah wajah turnamen bulu tangkis dunia merangkum BWF Corporate.
Dalam pengumuman struktur turnamen 2027-2030 pada 9 Februari 2026, BWF menekankan konsep "Era Baru" yang lebih megah.
Yap, BWF telah memberi pengumuman terkait reformasi badminton dunia yang perhelatannya lebih megah mirip tenis.
BWF sedang melakukan perombakan besar-besaran mulai tahun 2027.
Selain kenaikan hadiah uang yang signifikan, penempatan turnamen beregu di Indonesia dianggap strategis untuk meningkatkan eksposur televisi global.
Selain itu, penunjukkan ini diharapkan memberikan pengalaman penggemar bulu tangkis yang bersifat karnaval.
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ajang mayor (Major Championships) bertujuan untuk menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih modern.
Diwarnai dengan teknologi LED dan fasilitas penonton kelas atas, diharapkan Indonesia Arena bisa jadi bagian era baru badminton dunia.
Penantian Panjang 20 Tahun Indonesia
Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah Piala Thomas & Uber pada 2028 memiliki nilai sejarah tinggi.
Pasalnya tepat menandai 20 tahun sejak terakhir kali ajang ini digelar di Jakarta pada 2008 silam.
Kembalinya turnamen ini ke Indonesia diharapkan dapat memutus dominasi China di ajang beregu.
Terakhir kali Indonesia juara Sudirman Cup adalah edisi 1989 yang kala itu berstatus sebagai tuan rumah.
Edisi sebelumnya, tim badminton Indonesia hanya mampu meraih medali perunggu Sudirman Cup 025.
Sama halnya dengan Sudirman Cup 2025, Indonesia juga gagal naik kampiun di edisi terakhir Piala Thomas dan Uber 2024.
Di Piala Thomas dan Uber 2024, tim beregu putra maupun putri kompak finis sebagai runner-up setelah dua-duanya kalah dari China.
Terakhir kali Indonesia juara Piala Thomas adalah edisi 2020 silam. Sedangkan terakhir kali Indonesia juara Piala Uber pada 1996.
(Tribunnews.com/Niken)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.