Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Menuju Keputusan Sistem Skor 3x15 Badminton, Pemungutan Suara saat Thomas-Uber Cup 2026

BWF segera memutuskan sistem skor baru 3x15 badminton saat gelaran Thomas-Uber Cup 2026 berlangsung bulan April di Denmark.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri

Ringkasan Berita:
  • BWF telah melakukan uji coba soal rencana sistem skor 3x15 badminton musim 2026/27
  • Hasil analisanya cocok untuk era baru badminton musim 2027 nanti
  • Keputusan soal sistem skor baru tersebut dilakukan bersamaan dengan Thomas-Uber Cup 2026

TRIBUNNEWS.COM - Update uji coba BWF soal sistem skor baru 3x15 badminton telah selesai dilakukan dan dianalisa yang dilaporkan sesuai untuk dijadikan era baru sesuai rencana BWF pada musim 2027.

BWF memang sudah memberikan laporan terkait era baru mereka musim 2027 mendatang terkait adanya kenaikan prize money, durasi pertandingan, hingga beberapa gebrakan baru yang dinilai mirip tenis agar cabor ini lebih mendunia.

Upaya BWF untuk merubah sistemnya, ada uji coba skor baru yakni 3x15 dan dikabarkan sudah diuji dan dianalisa oleh BWF.

Laporan BWF pada Annual General Meeting (AGM) pada 25 April 2026 di Denmark ketika Thomas-Uber Cup 2026 bergulir, dilakukan pemungutan suara soal aturan baru ini.

Perubahan Sistem Skor

Merangkum BWF Official Report Paper usulan sistem skor 3x15 tentu membuat pertandingan lebih ringkas dan cepat.

Baca juga: BWF Siap Uji Coba Sistem Skor Baru 3x15 Mulai Mei 2025, 10 Turnamen jadi Kelinci Percobaan

Gambaran umum, pertandingan dimainkan dalam format best-of-three (dua gim pemenang) dan etiap gim dimainkan hingga 15 poin yang sebelumnya 21.

Rekomendasi Untuk Anda

Menghadapi situasi deuce, dengan contoh skenario kedudukan 14-14, pemenang ditentukan oleh selisih 2 poin. Skor maksimal dibatasi hingga 21 poin.

Waktu Istirahat interval selama 60 detik diberikan saat salah satu pemain mencapai 8 poin, sebelumnya time-out terjadi ketika menyentuh angka 11.

Kenapa Berubah?

BWF memiliki alasan mengapa menggunakan sistem skor tersebut tertuju pada kepuasan penonton.

Federasi tersebut menilai bahwa penonton lebih tertarik pada fase akhir gim atau end game.

Dengan 15 poin, pemain mencapai fase kritis lebih cepat, sehingga intensitas dan ketegangan terjaga sejak awal.

lihat fotoINDONESIA MASTERS 2026 - Ekspresi ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat bertanding melawan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi pada babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Pasangan muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil lolos kebabak final usai menang dua gim langsung dari pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi dengan skor 21-19, 21-14. Tribunnews/Jeprima
INDONESIA MASTERS 2026 - Ekspresi ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat bertanding melawan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi pada babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026) Tribunnews/Jeprima

Sistem ini bukan hanya memuaskan penonton tapi juga membantu penyelenggara turnamen dan pemegang hak siar (TV) dalam mengatur jadwal.

Khususnya agar tidak terjadi keterlambatan besar terutama pada sektor Ganda Putri yang sering durasinya sangat lama.

Bukan hanya untuk pentonon dan penyelenggara, sistem ini juga dapat keuntungan untuk pemain.

Dari sisi pemain, sistem ini dinilai bisa mengurangi jumlah reli per pertandingan secara keseluruhan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas