22 Tahun Lamanya, Tak Ada Wakil Indonesia yang Juara German Open
Sudah 22 tahun lamanya, tidak ada wakil Indonesia yang juara German Open. Terakhir kali diraih Eng Hian/Flandy Limpele pada 2003 silam.
Penulis:
Isnaini Nurdianti
Editor:
Drajat Sugiri
Untuk saingan Lanny/Apriyani dan Tiwi/Fadia, lawan terberat mereka mengarah kepada Stefani Stoeva/Gabriela Stoeva (Bulgaria/ranking 10), Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun (Taiwan/ranking 14) dan Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan (Taiwan/ranking 15).
Absennya sederet pemain bintang tentu membuat peluang Lanny/Apriyani dan Tiwi/Fadia untuk bisa berbicara banyak di German Open 2026 terbuka lebar.
Apalagi sebelumnya, Tiwi/Fadia berhasil meraih trofi perdananya dengan juara Thailand Masters 2026 (Super 300) pada awal Februari lalu.
Senada dengan Lanny/Apriyani dan Tiwi/Fadia, Terry/Gloria juga diharapkan bisa meraih hasil positif di German Open 2026.
Gloria yang tahun lalu finis sebagai runner-up dengan Rehan, diharapkan mampu membayar rasa penasarannya dengan juara German Open 2026 bersama Terry si partner baru.
Hanya saja memang, Terry/Gloria dihadapkan dengan persaingan yang lebih berat ketimbang Lanny/Apriyani dan Tiwi/Fadia.
Jika ganda putri banyak pemain bintang yang absen, sejumlah pasangan ganda campuran penghuni 10 besar ranking dunia turut meramaikan persaingan juara German Open 2026.
Sebut saja Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China/ranking 1), Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China/ranking 6), Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong/ranking 7), hingga Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark/ranking 9).
Adapun untuk hasil drawing alias undian German Open 2026 baru akan dirilis Selasa (17/2/2026) pekan depan.
(Tribunnews.com/Isnaini)
Baca tanpa iklan