Era Keemasan Badminton Prancis Putra, Modal Beri Kejutan di Thomas Cup 2026
Badminton Prancis nomor putra memasuki era keemasannya setelah dipastikan menjadi juara Kejuaraan Eropa Beregu (EMWC) 2026.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Jajaran pemain badminton putra asal Prancis bisa dikatakan memasuki era keemasan
- Dari sektor tunggal maupun ganda cukup meyakinkan jelang Thomas Cup 2026
- BWF bahkan memberikan pujian kepada Prancis setelah juara eropa beregu (EMWC) 2026
TRIBUNNEWS.COM - Gelar juara yang didapat tim putra Prancis dalam Kejuaraan Beregu Eropa 2026 membuktikan era keemasan mereka tengah menyala.
Dari berbagai sektor entah tunggal maupun ganda, Prancis cukup solid untuk bisa bersaing dengan tim elite dalam gelaran Thomas Cup 2026 bulan April mendatang.
Bukti bisa menunmbangkan Denmark selaku raja Eropa di final Kejuaraan Eropa Beregu 2026 jadi tanda bahwa Prancis bukan lagi kuda hitam.
Mereka seolah sudah siap menatap gelaran elite seperti Thomas Cup 2026 nanti untuk menunjukkan kualitas permainannya.
Elitenya Skuad Prancis
- Alex Lanier
Jika Denmark punya Viktor Axelsen, Prancis kini punya Alex Lanier. Sejak menjuarai Japan Open 2024 di usia 19 tahun, statistik permainannya terus meroket.
Dengan gaya bermain yang sangat tenang, ia juga unggul dalam footwork yang efisien, serta serangan balik yang mematikan.
Baca juga: Jadwal Drawing Thomas Uber Cup 2026 Lengkap dengan Daftar Peserta, Indonesia Menanti Lawan
Ia sering disebut sebagai "The Giant Killer" karena ketenangannya menghadapi pemain top 5 dunia.
Di Prancis, Alex didapuk sebagai tunggal kedua (MS2), dan ditugaskan sebagai "Point Banker".
- Christo Popov
Si bungsu dari Popov bersaudara ini adalah motor serangan utama Prancis di sektor tunggal pertama (MS1).
Pemain kidal dengan smash menyilang yang tajam jadi kelebihan Christo dalam variasi pukulan di depan net yang sering menipu lawan.
Keberhasilannya menembus final BWF World Tour Finals 2025 membuktikan bahwa ia sudah berada di level elit.
Hal ini jadi bukti nyata bahwa ia mampu mengimbangi kecepatan pemain-pemain Asia yang di atas kertas lebih diunggulkan ketimbang Eropa.
- Toma Junior Popov
Toma adalah aset paling unik di tim Prancis. Ia adalah pemain versatile yang mampu bermain di level tertinggi baik sebagai tunggal putra maupun ganda putra.
Daya tahan fisik luar biasa. Di EWMC 2026, ia sering bermain rangkap (tunggal dan ganda) dalam satu hari tanpa penurunan stamina yang signifikan.
Postur tubuhnya yang tinggi besar memberinya keuntungan dalam jangkauan dan power di garis belakang.