Diganjar Skor Afrika di All England 2026, Performa Buruk Anders Antonsen Disorot Pengamat
Kekalahan telak dengan diwarnai skor Afrika di All England 2026 bikin Anders Antonsen dapat kritikan dari pengamat badminton.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Performa buruk Anders Antonsen (Denmark) membawa hasil yang mengejutkan
- Bertanding melawan wakil non-unggulan, jagoan Denmark malah diganjar skor Afrika
- Kekalahan telak Antonsen jadi tamparan keras bagi sang pemain elite dunia
TRIBUNNEWS.COM - Jagoan tunggal putra Denmark, Anders Antonsen, harus menelan pil pahit setelah tersingkir di babak 32 besar All England 2026 setelah kalah dari wakil Jepang, Koki Watanabe pada Selasa (3/3/2026).
Kekalahan tersebut terjadi dengan skor mencolok 8-21 dan 12-21, memicu kritik tajam dari media dan pengamat bulu tangkis internasional karena performa buruk yang ditunjukkan oleh Antonsen.
Usai pertandingan, Antonsen terlihat sangat terpukul. Ia mengakui bahwa penampilannya jauh dari standar yang biasa ia tunjukkan. Ia malu dan frustasi karena tidak memberikan perlawanan yang layak ketika mentas di turnamen elite All England 2026.
"Saya tidak menemukan ritme sama sekali. Sangat memalukan dan membuat frustrasi karena saya tidak bisa memberikan perlawanan yang layak di turnamen sebesar ini," buka Antonsen.
"Saya merasa sangat lambat di lapangan dan Koki (Watanabe) bermain jauh lebih baik daripada saya," ujar Antonsen kepada TV2 Sport Denmark.
Sorotan Media dan Pengamat
Kekalahan telak Antonsen langsung menjadi sorotan. Beberapa pengamat menilai hasil tersebut sebagai salah satu penampilan terburuk dalam kariernya.
Svend Bertil Frandsen, pengamat bulu tangkis dari Denmark, menilai skor 8-21 di gim pertama menunjukkan Antonsen benar-benar kehilangan arah.
"Tidak ada tanda-tanda cedera, ini murni masalah mental dan kegagalan dalam menerapkan strategi. Ia tampak tidak punya solusi saat ditekan oleh Watanabe," kata Frandsen.
Gill Clark, komentator senior BWF yang akrab disapa Oma Gill, juga memberikan pandangan serupa. Menurutnya, Antonsen biasanya tampil taktis dan cerdik, tetapi kali ini ia terlihat kehabisan ide.
Baca juga: Perang Saudara Terwujud di All England 2026, Misi Fajar/Fikri Revans dari Raymond/Joaquin
"Menghadapi Watanabe yang begitu disiplin, Antonsen seolah tidak mampu beradaptasi. Kekalahan dengan skor serendah itu bagi pemain peringkat tiga dunia sangat mengejutkan," ujarnya dalam siaran langsung BWF TV.
Berdasarkan pantauan, sejak awal gim, ia gagal keluar dari tekanan. Poin demi poin justru dikuasai Watanabe yang tampil dengan pertahanan rapat dan serangan balik efektif.
Antonsen tampak kesulitan mengimbangi kecepatan lawan. Ritme permainan yang biasanya menjadi kekuatan utamanya tidak terlihat. Sebaliknya, Watanabe tampil konsisten dengan strategi yang jelas.
Dampak Kekalahan
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Antonsen yang datang ke All England 2026 dengan status unggulan ketiga. Harapan Denmark untuk melihatnya melaju jauh di turnamen bergengsi ini pun pupus lebih cepat.
Bagi Watanabe, kemenangan ini menjadi pencapaian penting. Ia berhasil menyingkirkan salah satu pemain papan atas dunia dan membuka jalan menuju babak 16 besar.
Penampilan disiplin dan konsistensinya menunjukkan bahwa ia layak diperhitungkan sebagai ancaman serius di turnamen ini.
Dengan hasil tersebut, sorotan kini tertuju pada bagaimana Antonsen akan bangkit dari kekalahan ini. Publik menanti apakah ia mampu memperbaiki performa dan kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu pemain elit dunia.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan