Juara Dunia Asal Malaysia Ungkap Penyesalan usai Early Exit dari All England 2026
Chen Tang Jie/Toh Ee Wei diselimuti rasa penyesalan seusai tersingkir di babak 32 besar All England 2026.
Penulis:
Isnaini Nurdianti
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Ganda campuran Malaysia selaku juara dunia 2025, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, diselimuti rasa penyesalan seusai tersingkir di babak 32 besar All England 2026
- Chen/Toh secara mengejutkan terhenti di babak 32 besar All England 2026 setelah kalah dari pasangan Denmark, Rasmus Espersen/Amalie Cecilie Kudsk, dengan skor akhir 21-18, 12-21, 23-25
- Chen/Toh mengaku bahwa kesalahan sendiri menjadi biang kerok kekalahan mereka
TRIBUNNEWS.COM - Pasangan ganda campuran Malaysia yang merupakan juara dunia 2025, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, mengungkap penyesalannya usai early exit alias tersingkir di babak 32 besar All England 2026.
Chen/Toh terhenti di babak 32 besar All England 2026 setelah kalah dari pasangan Denmark, Rasmus Espersen/Amalie Cecilie Kudsk, Selasa (3/3/2026).
Bertempat di Utitlita Arena Birmingham, Inggris, Chen/Toh selaku unggulan keempat justru kalah dari Rasmus/Amalie yang berstatus underdog (tidak diunggulkan).
Setelah berduel selama 62 menit, Chen/Toh kalah dengan skor akhir 21-18, 12-21, 23-25.
Kekalahan dini di babak 32 besar All England 2026 membuat Chen/Toh diselimuti rasa penyesalan.
Dikutip dari New Straits Times, Chen menyesal karena sering melakukan kesalahan komunikasi. Hal itulah yang menjadi biang kerok kekalahannya.
Baca juga: Jadwal Indonesia di All England 2026 Hari Ini: 8 Wakil Main Termasuk Jojo dan Alwi
"Saya rasa komunikasi kami mengenai rotasi perlu ditingkatkan."
"Kami perlu lebih banyak berkomunikasi satu sama lain agar bisa lebih lugas dalam permainan."
"Itu hal yang perlu kami evaluasi dari kekalahan ini," kata Chen.
Sementara itu, Toh menyebut jika penyebab kekalahannya lebih ke arah teknis.
Baik Chen maupun Toh terlalu mengandalkan pukulan lob.
Pukulan lob adalah teknik permainan bulu tangkis yang dilakukan dengan memukul shuttlecock tinggi ke arah lawan.
Selain itu, Toh menyebut jika mereka terlalu sering melakukan kesalahan servis.
Baca juga: Diganjar Skor Afrika di All England 2026, Performa Buruk Anders Antonsen Disorot Pengamat
"Kami terlalu banyak melakukan lob dan hal itu membuat kami merasa tidak nyaman di lapangan."
"Hal seperti ini adalah yang harus kami perbaiki di turnamen berikutnya."