Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Sabar/Reza Tersingkir di Babak Awal All England 2026: Shuttlecock Lambat Jadi Kendala

Reza mengakui mereka kesulitan beradaptasi dengan kondisi shuttlecock yang terasa lambat sehingga serangan mandek

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sabar/Reza Tersingkir di Babak Awal All England 2026: Shuttlecock Lambat Jadi Kendala
Tribunnews.com/Dok: PBSI
TERSINGKIR -  ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakhiri langkah lebih awal di All England Open Badminton Championships 2026 usai takluk dari  Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, dengan skor 12-21, 12-21 di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3/2026). dok: PBSI 

Sabar/Reza Tersingkir di Babak Awal All England 2026: Shuttlecock Lambat Jadi Kendala

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakhiri langkah lebih awal di All England Open Badminton Championships 2026.

Pasangan unggulan ketujuh itu tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari pasangan Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, dengan skor 12-21, 12-21 di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Reza mengakui mereka kesulitan beradaptasi dengan kondisi shuttlecock yang terasa lambat sehingga serangan yang dilancarkan tidak maksimal.

Baca juga: Update Hasil All England 2026: Debutan Indonesia Mulus, Jafar/Felisha Susul Amri/Nita ke 16 Besar

“Kami kesulitan hari ini karena shuttlecock-nya sangat lambat. Jadi saat menyerang tidak tembus, lalu ketika diserang balik kami juga kurang siap,” ujar Reza.

Sementara itu, Sabar menilai kondisi pertandingan kali ini berbeda dibanding pertemuan mereka sebelumnya dengan pasangan Popov bersaudara.

“Ini pertemuan kedua kami dengan mereka, tetapi kondisi hari ini benar-benar berbeda. Selain shuttlecock yang terasa cukup berat, Popov bersaudara juga bermain sangat baik dan sangat rapi,” kata Sabar.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, pasangan Prancis mampu menjaga ritme permainan dengan baik sehingga membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan terbaik.

“Kami tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” terang Sabar.

Meski harus tersingkir lebih awal, Sabar berharap pengalaman dari pertandingan tersebut bisa menjadi pelajaran penting untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

“Kami harus evaluasi dan belajar dari pertandingan tadi. Semoga di turnamen selanjutnya bisa lebih baik,” pungkasnya.

 

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas