Ternyata Bukan Valentino Rossi, Marc Marquez Sebut Jorge Lorenzo Rival Paling Berat
Rival terberat Marc Marquez di MotoGP ternyata bukan Valentino Rossi, tapi kompatriotnya Jorge Lorenzo yang sulit ditaklukkan.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Pengakuan mengejutkan Marc Marquez soal rival terberatnya di MotoGP
- Valentino Rossi tak disebut Marquez sebagai pesaing yang sulit ditaklukkan melainkan Jorge Lorenzo
- Selain mengenang masa lalu, Marquez juga menyinggung soal ujung kariernya di kelas balap premier
TRIBUNNEWS.COM - Pengakuan jujur Marc Marquez dalam menyebutkan rival terberat di MotoGP cukup mengejutkan karena tak muncul nama Valentino Rossi.
Dalam sebuah acara bernama Radioestadio Noche, pembalap asal Spanyol ini membuka lembaran masa lalu, membahas masa depan, dan menjawab satu pertanyaan yang selama ini menjadi perdebatan di kalangan penggemar balap.
Satu pertanyaan yang muncul diikuti jawaban mengejutkan kakak Alex Marquez. Siapa sebenarnya lawan tersulit yang pernah ia hadapi?
Selama ini, publik sering mengaitkan rivalitas paling sengit di MotoGP dalam karier Marquez dengan legenda asal Italia, Valentino Rossi.
Namun, jawaban pembalap berjuluk The Baby Alien justru mengejutkan banyak pihak. Ketika diminta menyebutkan siapa rival terberat sepanjang kariernya, ia tidak menyebut nama Rossi.
Ia dengan tegas memilih kompatriotnya, Jorge Lorenzo. Bagi Marquez, Lorenzo adalah lawan yang memberikan perlawanan paling tangguh dan konsisten di atas aspal lintasan melansir Motosan.
Menatap Pensiun
Selain membahas rivalitas, Marquez juga menyinggung soal perasaanya terkait gelar juara dunia yang ia raih pada 2025.
Setelah dihantam badai cedera selama tiga tahun yang hampir mengakhiri kariernya, gelar 2025 menjadi puncak pembuktian bagi dirinya sendiri.
"Ini adalah tantangan terbesar dalam karier olahraga saya. Gelar terakhir ini adalah yang paling saya hargai," ungkap Marquez.
Baca juga: MotoGP 2027 - Titik Terang Kontrak Marc Marquez dengan Ducati Tinggal Tunggu Pengumuman
Ia menambahkan, motivasi terbesarnya bukanlah sekadar piala, melainkan rasa penasaran untuk membuktikan apakah ia masih mampu bersaing di level tertinggi.
"Saya ingin tahu apakah saya masih bisa juara, dan jawabannya ya. Sekarang saya bisa pensiun dengan tenang," kata kekasih Gemma Pinto.
Memasuki usia 33 tahun, Kakak Alex Marquez mulai realistis dengan kondisi fisiknya. Ia menyadari bahwa cepat atau lambat, era baru dengan pembalap yang lebih muda dan bugar akan mengambil alih dominasinya.
Baginya, pensiun bukanlah sebuah rencana yang kaku, melainkan sesuatu yang akan dirasakan secara alami oleh tubuhnya.
Ketika ditanya apakah ia bersedia menukar gelar juara dunia lainnya demi kesehatan jangka panjang, jawabannya sangat manusiawi.
"Saya akan memilih untuk pensiun tanpa cedera lagi. Itu yang saya cari. Menang atau tidak lagi, tentu saya akan berusaha, tapi kesehatan adalah prioritas," tegasnya.
Usia Marquez yang tak muda lagi jelas kian dekat dengan masa akhir dalam kariernya di dunia balap motor kelas premier.
Namun uniknya, ia akan segera menandatangani perpanjangan kontrak dengan Ducati Lenovo untuk menatap era baru MotoGP tahun 2027.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan