Agenda Badminton setelah BWF World Tour 2026 Eropa: Kans Jojo Cs Balas Dendam di BAC 2026
BAC 2026 di Ningbo jadi ajang pembuktian skuad badminton Indonesia usai hasil buruk di Eropa. 17 wakil tempur siap menghadapi dominasi pemain Asia.
Penulis:
Hafidh Rizky Pratama
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- BAC 2026 di Ningbo (7-12 April) jadi sorotan menutupi tur Eropa, dengan persaingan ketat karena dominasi pemain top Asia setara level kejuaraan dunia.
- Indonesia datang dengan misi bangkit setelah tanpa gelar di Eropa dan gagal di BAC 2025, menjadikan ujian mental bagi skuad Merah Putih.
- Sebanyak 17 wakil dikirim, memadukan senior dan pemain muda, dengan sektor ganda putra jadi andalan utama di tengah upaya regenerasi.
TRIBUNNEWS.COM - Panggung bulu tangkis dunia bersiap memasuki babak baru setelah berakhirnya rangkaian turnamen melelahkan di BWF World Tour 2026 seri Eropa.
Kini, jajaran pemain elite dunia memiliki waktu jeda tanding sekira dua pekan untuk memulihkan kondisi fisik sebelum kembali berjibaku di turnamen kontinental bergengsi.
Fokus utama para pencinta tepok bulu kini tertuju pada ajang Badminton Asia Championships (BAC) 2026.
Turnamen yang menentukan raja bulu tangkis Asia ini dijadwalkan berlangsung pada 7-12 April 2026 mendatang di Ningbo, China.
Perhelatan BAC 2026 diprediksi akan jauh lebih sengit dan menantang dibandingkan turnamen sirkuit biasa.
Pasalnya, peta kekuatan bulu tangkis dunia saat ini masih didominasi secara mutlak oleh para penggawa Benua Kuning.
Status turnamen kontinental ini rasa-rasanya hampir setara dengan kejuaraan dunia karena kehadiran para pemilik peringkat satu dunia.
Sebut saja nama-nama besar seperti Kunlavut Vitidsarn (Thailand), sang ratu bulu tangkis An Se-young (Korea), hingga pasangan ganda campuran tangguh Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China).
Belum lagi kekuatan ganda putra Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea) dan ganda putri Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) yang siap mempertahankan hegemoni tuan rumah maupun negara asalnya.
Baca juga: Update Ranking BWF usai Orleans Masters 2026: Ubed dan Rachel/Febi Kompak Melesat
Misi Penebusan Dosa Merah-Putih
Bagi skuad Indonesia, BAC 2026 bukan sekadar turnamen biasa, melainkan ujian mental yang sangat berat.
Utusan Merah-Putih baru saja membukukan rapor merah setelah pulang dari tur Eropa tanpa satu pun gelar juara.
Kegagalan di Benua Biru tersebut menjadi cambuk bagi Fajar Alfian dan kolega untuk segera bangkit.
Selain itu, Indonesia mengusung misi balas dendam atas kegagalan menyakitkan pada edisi BAC 2025 lalu, di mana Indonesia dipaksa gigit jari tanpa meraih satu pun podium tertinggi.
Jeda dua pekan sebelum terbang ke Ningbo diharapkan menjadi angin segar bagi para atlet untuk membenahi kekurangan taktis dan mental.
Daftar 17 Wakil Indonesia: Kombinasi Senior dan Darah Muda
Berdasarkan rilis resmi dari Badminton Asia, Indonesia mengirimkan kekuatan maksimal, terutama di sektor ganda dengan kuota masing-masing empat wakil.
Baca tanpa iklan