Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Tim Badminton Indonesia Nirgelar di Eropa, Catatan Tahun Lalu Terulang

Tim badminton Indonesia nirgelar di empat turnamen BWF World Tour Eropa 2026, catatan tahun lalu terulang.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Tim badminton Indonesia nirgelar di empat turnamen BWF World Tour Eropa 2026
  • Indonesia tanpa gelar di German Open 2026, All England 2026, Swiss Open 2026, dan Orleans Masters 2026 
  • Skuad Merah Putih dipastikan mengulang catatan nirgelar yang mereka alami tahun lalu

TRIBUNNEWS.COM - Tim badminton Indonesia mencatatkan nirgelar di sepanjang turnamen BWF World Tour Eropa 2026.

Indonesia nirgelar di German Open 2026 (Super 300), All England 2026 (Super 1000), Swiss Open 2026 (Super 300), dan Orleans Masters 2026 (Super 300).

Catatan tahun lalu terulang. Mengingat Indonesia juga mengalami nirgelar di turnamen BWF World Tour Eropa 2025.

German Open 2026 (24 Februari-1 Maret)

Indonesia mengawali kiprahnya di Eropa dengan melakoni German Open 2026 yang bertempat di Westenergie Sporthalle, Mulheim an der Ruhr, Jerman.

Di Swiss Open 2026, Indonesia menurunkan 14 wakil. Namun sayangnya tidak ada yang bisa keluar sebagai juara.

Baca juga: Update Ranking BWF usai Orleans Masters 2026: Ubed dan Rachel/Febi Kompak Melesat

TIWI/FADIA - Ganda putri Indonesia, Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva saat beraksi dalam gelaran German Open 2026 babak 16 besar pada 27 Februari 2026 di Mulheim, Jerman. Dok/PBSI
TIWI/FADIA - Ganda putri Indonesia, Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva saat beraksi dalam gelaran German Open 2026 babak 16 besar pada 27 Februari 2026 di Mulheim, Jerman. Tim badminton Indonesia nirgelar di empat turnamen BWF World Tour Eropa 2026, catatan tahun lalu terulang. (Dok. PBSI)

Pencapaian terbaik wakil Indonesia di German Open 2026 adalah babak semifinal melalui ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda campuran lintas negara Hee Yong Kai Terry (Singapura)/Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia).

Rekomendasi Untuk Anda

Tiwi/Fadia gagal ke final German Open 2026 setelah kalah dari pasangan China, Li Yi Jing/Wang Yi Duo, 18-21, 21-8, 21-19.

Sedangkan Terry/Gloria kalah dari wakil Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, 19-21, 16-21.

Prestasi menurun. Pada German Open 2025 lalu, pencapaian terbaik diraih ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang finis sebagai runner-up.

Kala itu Rehan/Gloria kalah dari pasangan beda negara Robin Tabeling (Belanda)/Alexandra Boje (Denmark), 17-21, 12-21.

Baca juga: Agenda Badminton setelah BWF World Tour 2026 Eropa: Kans Jojo Cs Balas Dendam di BAC 2026

All England 2026 (3-8 Maret)

Setelah German Open 2026, Indonesia kembali tanpa gelar di All England 2026 yang bertempat di Utilita Arena Birmingham, Inggris.

Ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi wakil Indonesia yang mampu melangkah jauh. Mereka melaju ke babak semifinal All England 2026.

Sayangnya, Raymond/Joaquin gagal ke final All England 2026 setelah kalah dari pasangan peringkat satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, 19-21, 13-21.

Sedangkan tahun lalu, pencapaian terbaik diraih Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang finis sebagai runner-up All England 2025.

Leo/Bagas finis sebagai runner-up All England 2025 setelah kalah dari Kim/Seo dengan skor 19-21, 19-21.

Swiss Open 2026 (10-15 Maret)

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas