Special Olympics Indonesia ke-2 Digelar di NTT, 900 Atlet Sudah Mendaftar
Perhelatan olahraga ini bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan upaya besar memberikan ruang bagi penyandang disabilitas intelektual
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Special Olympics Indonesia ke-2 Digelar di NTT, 900 Atlet Sudah Mendaftar
Fersianus Waku/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Special Olympics Indonesia (SOIna) akan menyelenggarakan Pekan Special Olympics Indonesia ke-2 tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 13-18 Oktober 2026 mendatang.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) SOIna, Warsito Ellwein, menyatakan bahwa ajang ini ditargetkan akan diikuti oleh 1.400 peserta dari seluruh Indonesia.
"Sekarang yang sudah daftar itu 16 provinsi, atletnya 900 yang sudah daftar," kata Warsito saat melakukan kunjungan ke Menara Kompas, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Raker Special Olympics Indonesia, Bakal Ada 200 Klub Pembina Atlet Anak Bertalenta Khusus
Bagi SOIna, perhelatan olahraga ini bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan upaya besar memberikan ruang bagi penyandang disabilitas intelektual yang seringkali terpinggirkan.
Warsito menekankan bahwa kondisi saat lahir bukanlah pilihan bagi siapapun. Oleh karena itu, tidak adil jika masyarakat membedakan status sosial hanya berdasarkan kondisi fisik atau intelektual.
"Sama-sama tidak bisa memilih, kok tiba-tiba berbeda statusnya. Mereka dianggap cacat kita tidak, kita dapat fasilitas mereka tidak. Mereka seringkali disampahkan oleh masyarakat. Harusnya sama," ujarnya.
Untuk memutus rantai diskriminasi tersebut, SOIna menginisiasi program bertajuk "Klub SOIna".
Melalui klub ini, mereka diberikan ruang aman dan nyaman di luar lingkungan sekolah dan rumah.
"Kami kasih ruang ketiga yang kami panggil Klub SOIna. Ini bukan sekadar klub olahraga seperti badminton atau pingpong, tapi ruang bersosialisasi dan pengakuan dari publik bahwa mereka itu seperti kita," tutur Warsito.
Senada dengan Warsito, Direktur Eksekutif SOIna, Amran Siregar, menekankan bahwa Special Olympics memiliki filosofi yang berbeda dengan ajang olahraga pada umumnya.
Di SOIna, setiap atlet diberikan kesempatan untuk menjadi juara melalui sistem pembagian kelompok berdasarkan kemampuan.
"Perbedaannya dengan Paralimpik, kalau di Special Olympics itu dari yang rendah sampai yang tinggi diambil. Kita buat juara di setiap kelompok, sehingga semua punya kesempatan untuk menang," ucap Amran.