BAC 2026 Gambaran Kekuatan Thomas-Uber Cup 2026, Menakar Peluang Kontingen Indonesia
BAC 2026 yang bakal dihelat mulai pekan depan jadi gambaran kekuatan Thomas Uber Cup 2026, menakar peluang delegasi Indonesia.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- BAC 2026 yang digelar 7-12 April di Ningbo akan menjadi gambaran utama kekuatan tim-tim besar menjelang Thomas & Uber Cup
- Kontingen China dan Asia Timur masih mendominasi peta persaingan berkat raihan gelar juara di berbagai turnamen BWF World Tour sejak awal tahun
- Indonesia mengandalkan sektor tunggal dan ganda putra untuk memutus tren negatif tanpa gelar di turnamen level elite Asia
TRIBUNNEWS.COM - Fokus delegasi Indonesia sekarang menuju Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Turnamen yang akan digulirkan pada 7-12 April di Ningbo, China, ini bukan sekadar perebutan takhta tertinggi di level kontinental Asia.
Tujuan dari BAC 2026 Lebih dari itu. Sebab turnamen kontinental tersebut diyakini menjadi cermin sekaligus panggung simulasi kekuatan menjelang putaran final Thomas & Uber Cup 2026.
Hanya berselang 11 hari setelah partai puncak di Ningbo, genderang perang Thomas & Uber Cup akan segera bertalu di Horsens, Denmark, mulai 24 April hingga 3 Mei mendatang.
Dengan jadwal yang sangat berdekatan, performa para pemain elite di BAC 2026 bakal menjadi indikator krusial mengenai kesiapan fisik dan mental setiap kontingen sebelum terbang ke Denmark.
Dominasi Delegasi Asia Timur
Menilik statistik BWF World Tour sepanjang kuartal pertama 2026, delegasi Asia Timur masih menunjukkan supremasi yang solid.
China, selaku tuan rumah BAC, tampil sangat dominan dengan persebaran kekuatan yang merata di setiap sektor.
Keberhasilan Wang Zhi Yi merajai All England 2026 serta performa konsisten Chen Yu Fei di Indonesia Masters menjadi sinyal bahaya bagi lawan-lawannya.
Sama halnya dengan sektor ganda. Duo maut Liu Shengshu/Tan Ning serta Liang Weikeng/Wang Chang terus membuktikan taringnya dengan mengamankan gelar-gelar bergengsi di level Super 750 hingga Super 1000.
Kekuatan ini kian lengkap dengan performa impresif pasangan ganda campuran Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Di sisi lain, Korea Selatan masih bersandar pada ketangguhan An Se-young serta pasangan Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Sementara itu, Taiwan dan Thailand mulai menunjukkan tajinya lewat gebrakan tunggal putra Lin Chun Yi dan sang pemegang peringkat satu dunia, Kunlavut Vitidsarn, yang sukses mengamankan gelar di turnamen pembuka musim.
Misi Pembuktian Merah-Putih
Bagi delegasi Indonesia, BAC 2026 adalah momentum krusial untuk memutus tren negatif di turnamen level atas.
Sejauh ini, prestasi tim Merah-Putih di level Super 500 ke atas masih terbilang seret. Alwi Farhan menjadi satu-satunya penggawa yang mampu mempersembahkan gelar di level Super 500 saat berlaga di kandang sendiri.
Baca juga: Agenda Badminton setelah BWF World Tour 2026 Eropa: Kans Jojo Cs Balas Dendam di BAC 2026
Meskipun Indonesia sempat panen gelar di level Super 300 melalui aksi Zaki Ubaidillah hingga duet Leo Carnando/Bagas Maulana, ujian sesungguhnya ada di Ningbo.
Mengingat pada edisi BAC 2025 lalu Indonesia harus pulang tanpa satu pun gelar, edisi kali ini menuntut adanya gebrakan nyata.
Baca tanpa iklan