Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Alasan di Balik Berakhirnya Duet Leo/Bagas, Inkonsistensi Jadi Poin Utama

Inkonsistensi performa menjadi alasan utama di balik berakhirnya duet Leo/Bagas. Setelah juara Thailand Masters 2026, penampilan mereka menurun.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Drajat Sugiri

Ringkasan Berita:
  • Inkonsistensi performa menjadi alasan utama di balik berakhirnya duet Leo/Bagas
  • Setelah juara Thailand Masters 2026, performa Leo/Bagas malah menurun
  • Sebut saja saat bertanding di All England 2026, mereka langsung terhenti di babak 32 besar

 

TRIBUNNEWS.COM - Terdapat sebuah alasan di balik berakhirnya duet ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.

Ya, duet Leo/Bagas yang dimulai pada Agustus 2024 silam resmi berakhir.

Leo/Bagas mencatatkan debut di Japan Open 2024 dan mampu mencapai babak semifinal. Mereka gagal ke final setelah kalah dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan skor 19-21, 17-21.

Setelah berpasangan selama 1 tahun 8 bulan, kebersamaan Leo/Bagas berakhir. Kepastian tersebut disampaikan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui rilis resmi, Jumat (3/4/2026).

Leo balik dengan pasangannya yang dulu, yakni Daniel Marthin.

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan Bagas akan berpasangan dengan Muhammad Putra Erwiansyah atau akrab disapa Putra.

Duet Leo/Daniel dan Bagas/Putra dijadwalkan bertanding di Thailand Open 2026 yang akan diselenggarakan di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand, pada 12-17 Mei mendatang.

Baca juga: Kembalinya Leo/Daniel, Tugas Pertama The Babbies Langsung Berburu Poin BWF dari Nol

PERSIAPAN - Pebulutangkis ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana saat menjalani latihan di National Badminton Centre, Milton Keynes, Kamis (26/2/2026).
PERSIAPAN - Pebulutangkis ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana saat menjalani latihan di National Badminton Centre, Milton Keynes, Kamis (26/2/2026). Inkonsistensi performa menjadi alasan utama di balik berakhirnya duet Leo/Bagas. (Tribunnews.com/dok: PBSI)

Inkonsistensi Jadi Poin Utama

Berakhirnya duet Leo/Bagas dilandasi sebuah alasan yakni soal inkonsistensi performa.

Karena memang, hasil yang diraih Leo/Bagas di beberapa turnamen sangatlah tidak memuaskan.

Sempat juara Thailand Masters 2026, performa Leo/Bagas malah menurun. Sebut saja saat bertanding di All England 2026 pada Maret lalu.

Datang sebagai runner-up musim lalu, Leo/Bagas justru langsung terhenti di babak 32 besar All England 2026. Mereka kalah dari pasangan Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, dengan skor 13-21, 19-21.

Padahal jika menilik catatan pertemuan, Leo/Bagas harusnya bisa mengalahkan Lee/Yang.

Baca juga: Sosok Muhammad Putra Erwiansyah Tandem Baru Bagas Maulana, Si Kidal yang Pernah Dipuji BWF

Mengingat di tiga pertemuan sebelumnya, Leo/Bagas selalu bisa mengalahkan Lee/Yang, yakni 16 besar Hong Kong Open 2024, perempat final All England Open 2025, dan 16 besar Kejuaraan Asia 2025.

Namun sebuah anomali tersaji, Lee/Yang lah yang justru mampu pecah telur. Mereka mampu mengalahkan Leo/Bagas untuk pertama kalinya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas