Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Melaju ke Perempat Final BAC 2026, Ali/Devin: Bangga, Akhirnya Bisa Hadapi Ganda Nomor 1 Dunia

Ranking 1 dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae melaju ke perempat final usai mengalahkan wakil Singapura

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Melaju ke Perempat Final BAC 2026, Ali/Devin: Bangga, Akhirnya Bisa Hadapi Ganda Nomor 1 Dunia
Tribunnews.com/Dok: PBSI
LOLOS PEREMPATFINAL - Ganda putra muda Indonesia Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi melaju ke babak 8 besar Badminton Asia Championship 2026 usai sukses mengalahkan wakil Thailand, Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga, melalui pertarungan tiga gim 22-20, 15-21, 21-15, Kamis (9/4/2026). 

Melaju ke Perempat Final BAC 2026, Ali/Devin: Bangga, Akhirnya Bisa Hadapi Ganda Nomor 1 Dunia

Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis ganda putra muda Indonesia Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi tampil mengesankan pada babak 16 besar Badminton Asia Championship 2026.

Ali/Devin sukses mengalahkan wakil Thailand, Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga, melalui pertarungan tiga gim 22-20, 15-21, 21-15.

Usai laga, Ali mengakui mereka sempat kesulitan di awal pertandingan akibat start yang kurang baik.

“Game pertama kami kalah start, sempat tertinggal 5-6 poin. Kami coba mengubah pola permainan dengan lebih banyak bermain no lob pendek karena lawan cukup kuat di bola panjang,” ujar Ali.

Sementara itu, Devin mengatakan sangat bangga dengan kemenangan tersebut karena akan menghadapi pasangan peringkat satu dunia di babak perempat final.

Rekomendasi Untuk Anda

Ganda putra ranking 1 dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae melaju ke perempat final usai mengalahkan wakil Singapura, K Wesley/K Junsuke dengan skor 21-12, 25-23.

“Sangat senang dan bangga. Akhirnya ada kesempatan untuk bertemu ranking satu dunia besok,” ujar Devin.

“Kalau bertemu Kim Won Ho/Seo Seung Jae, kami harus lebih siap dari segi istirahat, pikiran, dan kesiapan karena pasti tidak mudah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Devin juga menambahkan, sebagai pemain kidal, mereka memiliki keuntungan tersendiri meski tetap bergantung pada kemampuan lawan membaca permainan.

“Sebagai pemain dengan pegangan tangan kiri, mungkin lawan akan mendapat bola yang berbeda. Tapi tetap tergantung bagaimana mereka membaca permainan kami,” pungkasnya.

Sabar/Reza Tersingkir

Di sisi lain, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan pasangan Chinese Taipei, Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee, setelah kalah 14-21, 21-18, 15-21.

Sabar mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya sudah berusaha maksimal, namun lawan tampil solid sepanjang pertandingan.

“Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik, walaupun belum bisa menang. Lawan memang tidak mudah dimatikan, terutama dari permainan bawah dan pertahanan mereka,” ujar Sabar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas