Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Nasib Identik Viktor Axelsen dan Carolina Marin, Sama-sama Pensiun Gegara Cedera

Axelsen yang memutuskan pensiun memiliki nasib identik dengan jagoan Eropa lainnya, Carolina Marin, yang pensiun gegara cedera.

Tribun X Baca tanpa iklan

Publik Huelva memberikan penghormatan terakhir yang mengharukan bagi sang pahlawan nasional yang telah mengubah peta olahraga Spanyol melalui bulu tangkis.

Kini, pola yang hampir sama dilakukan oleh Viktor Axelsen.

Ia mengumumkan pensiun tepat sepuluh hari sebelum gelaran Piala Thomas & Uber 2026 dimulai di Horsens, Denmark (24 April-3 Mei 2026).

Diprediksi bahwa Axelsen akan mendapatkan seremoni perpisahan di hadapan pendukung fanatiknya dalam pembukaan atau penutupan Piala Thomas nanti.

Menutup karier di tanah kelahiran sendiri, di tengah gempita turnamen beregu paling prestisius, tentu akan menjadi narasi penutup yang manis baginya

Hilangnya Ikon dan Tantangan Regenerasi Eropa

lihat fotoVIKTOR AXELSEN - Ekspresi tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen saat berjuang di Hong Kong Open 2024 yang berlangsung di Hong Kong Coliseum pada 15 September 2024.
VIKTOR AXELSEN - Ekspresi tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen saat berjuang di Hong Kong Open 2024 yang berlangsung di Hong Kong Coliseum pada 15 September 2024.

Pensiunnya Axelsen dan Marin menciptakan lubang pada eksistensi badminton Eropa.

Axelsen bukan sekadar juara, ia adalah pencetak sejarah. Koleksi dua medali emas Olimpiade miliknya melampaui capaian legenda Denmark lainnya seperti Poul-Erik Hoyer Larsen (satu emas) atau duo ganda putra Mathias Boe/Carsten Mogensen yang belum pernah menyegel emas Olimpiade.

Rekomendasi Untuk Anda

Sama halnya dengan Marin. Di negara yang lebih akrab dengan aroma tanah liat tenis atau gemuruh sepak bola, Marin berhasil memaksa dunia melirik Spanyol melalui bulu tangkis.

Emas Olimpiade Rio 2016 miliknya adalah bukti otentik bahwa ia mampu meruntuhkan dominasi China sendirian.

Kini, dengan pensiunnya dua figur tersebut, Eropa harus segera mencari pelapis sepadan.

Tanpa Axelsen dan Marin, Benua Biru kehilangan mental dalam persaingan melawan dominasi tim-tim kuat Asia seperti China, Indonesia, dan Korea Selatan.

(Tribunnews.com/Niken)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas