Malaysia Gelontorkan Rp 5,6 Miliar untuk Pemusatan Latihan Thomas dan Uber Cup 2026
BAM melakukan persiapan serius dengan menggelar pemusatan latihan intensif jelang Thomas dan Uber Cup 2026 yang menelan biaya Rp 5,6 miliar.
Penulis:
Isnaini Nurdianti
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Federasi Badminton Malaysia (BAM) melakukan persiapan serius dengan menggelar pemusatan latihan intensif jelang Thomas dan Uber Cup 2026
- BAM bahkan menggelontorkan biaya 1,3 juta ringgit Malaysia atau sekitar 5,6 miliar rupiah untuk program tersebut
- Lee Chong Wei selaku Direktur komite kinerja BAM menegaskan bahwa pemusatan latihan merupakan investasi demi meraih hasil terbaik di Thomas dan Uber Cup 2026
TRIBUNNEWS.COM - Federasi Badminton Malaysia (BAM) menatap serius Thomas dan Uber Cup 2026 yang akan diselenggarakan pekan ini di Forum Horsens, Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei.
Selain menyiapkan susunan pemain terbaik, BAM juga membuat program pemusatan latihan sebelum berlaga di Thomas dan Uber Cup 2026.
Malaysia menggelar pemusatan latihan selama 10 hari yang bertempat di Herning, Denmark.
Tidak main-main, pemusatan latihan yang dilakukan Malaysia sampai menelan biaya 1,3 juta ringgit Malaysia atau senilai 5,6 miliar rupiah per kurs saat ini, Rabu (22/4/2026).
Dikutip dari The Star, Lee Chong Wei selaku Direktur komite kinerja BAM menjelaskan bahwa pemusatan latihan menjadi sebuah investasi demi meraih hasil terbaik di Thomas dan Uber Cup 2026.
Baca juga: BWF Kenang Momen Duel Viktor Axelsen vs Jonatan Christie yang Kini Tak Bisa Terulang
"Ini adalah salah satu persiapan terbaik untuk ajang tim dunia."
"Biayanya sekitar 1,3 juta Ringgit Malaysia. Memang banyak, tetapi itu diinvestasikan dengan baik."
"Saat ini kami memiliki tim beranggotakan 53 orang di Herning – pemain, pelatih, dan staf pendukung."
"Dan untuk pertama kalinya, kami juga memiliki delapan personel dari Institut Olahraga Nasional (NSI)," kata Lee Chong Wei.
Baca juga: BWF Soroti Kedalaman Skuad Indonesia di Thomas Cup 2026, Fajar/Fikri Cs Bikin Iri Tim Lain
Lebih lanjut, Lee Chong Wei legenda tunggal putra Malaysia itu menegaskan bahwa ia tidak ikut ke Denmark.
Mantan tunggal putra ranking 1 dunia itu memilih untuk tetap berada di Malaysia.
"Apa gunanya saya pergi ke sana? Kita bisa menghemat uang. Saya hanya akan pergi jika memang diperlukan."
"Kami memiliki tenaga yang mumpuni di sana dengan pelatih berpengalaman (Rexy Mainaky, Herry Iman Pierngadi, Jonassen, Tey Seu Bock dan Rosman Razak) untuk mengelola tim."
"Selain itu, kami juga memiliki pemain berpengalaman seperti Aaron Chia, Soh Wooi Yik dan Lee Zii Jia untuk menginspirasi pemain lainnya."
"Tidak semua pemain suka dikelilingi oleh official. Sebaiknya jumlah official diminimalkan, terlalu banyak official bisa mengganggu," tambah Lee Chong Wei.
Baca tanpa iklan