Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Final Thomas & Uber Cup 2026: Misi Balas Dendam An Se-young dan Pembuktian Prancis

Final Thomas & Uber Cup 2026 diwarnai dengan misi balas dendam An Se-young hingga perjudian Prancis menghadapi juara bertahan, China.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Meski China sempat memimpin lagi lewat He Bing Jao, ganda kedua Korea, Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Pahlawan tak terduga akhirnya muncul di partai penentu.

Sim Yu-jin, yang turun sebagai tunggal ketiga, meladeni Wang Zhi Yi selama 88 menit untuk memastikan trofi Uber Cup 2022 pulang ke Seoul.

Menatap final 2026, situasinya kini berbeda. An Se-young datang dengan status pemain yang jauh lebih matang dan berpengalaman.

lihat fotoINDONESIA OPEN 2025 - Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan An Se Young berselebrasi usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putri China Wang Zhi Yi pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). An Se Young berhasil menjuarai Indonesia Open 2025 usai menang dengan skor 13-21, 21-19 dan 21-15. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
INDONESIA OPEN 2025 - Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan An Se Young berselebrasi usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putri China Wang Zhi Yi pada babak final Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Dengan komposisi ganda putri yang tetap solid dan kompetitif, Korea mengusung misi untuk mengulangi kejayaan tersebut.

Kematangan skuad Korea kali ini benar-benar menjadi ancaman nyata bagi ambisi back-to-back gelar juara milik Negeri Tirai Bambu.

Menanti Tuah Prancis Meruntuhkan Tembok China

Bergeser ke final Thomas Cup diwarnai fenomena baru soal Prancis.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika di masa lalu bulu tangkis beregu putra didominasi oleh Indonesia, China, atau Denmark, edisi 2026 menjadi panggung bagi jagoan beru Eropa.

Langkah Prancis menuju final adalah sebuah dongeng yang menjadi kenyataan.

Prancis memulai kampanye mereka dengan menjegal langkah Indonesia di fase grup, memulangkan Jepang di perempat final, hingga puncaknya mengandaskan juara bertahan 2022, India, di babak semifinal.

Kekuatan utama Prancis terletak pada trio tunggal mereka yakni Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.

Strategi mereka mencoba mengunci kemenangan di tiga partai awal sebelum laga memasuki sektor ganda yang menjadi kelemahan mereka.

Namun, lawan yang mereka hadapi di partai puncak adalah China. Negeri Tirai Bambu memiliki skuad yang sangat merata di semua sektor.

Nama-nama seperti Shi Yu Qi, Li Shi Feng, dan Weng Hong Yang diprediksi akan menjadi batu sandungan Prancis.

Tapi, motivasi tinggi Prancis untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim semenjana bisa menjadi senjata rahasia.

(Tribunnews.com/Niken)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas