Efek Komentar Negatif Fabio Quartararo, Eks Pembalap MotoGP Sebut Rusak Citra Yamaha
Efek lontaran komentar negatif dari Fabio Quartararo dinilai eks pembalap MotoGP bisa merusak citra Yamaha yang tengah bangkit.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ia mengenang masa sulitnya saat berusia 15 hingga 18 tahun, di mana ia harus tumbuh di bawah tekanan ekspektasi besar dan cedera parah.
"Saya sudah dibandingkan dengan nama-nama besar saat itu, hasil tidak sesuai keinginan, dan saya hidup terpisah dari keluarga. Saya melewati masa-masa yang sangat berat."
Mentalitas Quartararo rupanya banyak dipengaruhi oleh masa kerjanya bersama Luca Boscoscuro sebelum naik ke kelas utama.
"Bahkan saat hasilnya buruk, kami bekerja sangat baik bersama. Ini memberi saya dorongan mental yang luar biasa dan membantu saya transisi ke MotoGP. Saya melihat diri saya lebih dewasa sekarang," jelasnya.
Menanggapi hasil jeblok di musim 2026, Quartararo mengakui bahwa menjaga motivasi adalah tantangan terbesar.
"Sangat mudah untuk kehilangan arah dan motivasi saat hasil tidak bagus. Pada akhirnya, ini adalah sesuatu yang harus Anda lakukan untuk diri sendiri."
"Tidak masalah apakah Anda menang atau tidak. Saat menang, semuanya terasa mudah. Tapi saat Anda berjuang keras, itulah saat-saat sulit yang sebenarnya muncul," paparnya.
Di tengah badai kritik, Quartararo menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi untuk membuktikan apa pun kepada orang lain. Keinginannya untuk bangkit murni berasal dari dalam dirinya sendiri.
Ia bahkan mengaku memiliki sisi aneh dalam hal berlatih fisik demi mengimbangi tuntutan motor MotoGP yang kian brutal.
"Sesuatu yang sangat saya nikmati adalah memacu diri hingga batas maksimal, ke zona yang bukan zona nyaman saya. Bagi sebagian orang itu aneh, tapi saya suka berlatih sampai merasa sakit," tuturnya.
"Orang mungkin mengira kami gila. Sebagian otak kami fokus pada lonjakan adrenalin itu. Saya merasa seperti orang gila yang mengendarai motor MotoGP dan memacu hingga batas limit, tapi bukan merasa seperti pahlawan super," tutup Quartararo.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan