Comeback di MotoGP Italia, Marc Marquez Tak Ada Lawan soal Gila Balapan
Legenda MotoGP Kevin Schwantz menilai Marc Marquez sebagai sosok pembalap yang gila balapan menyusul comebacknya di MotoGP Italia 2026.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Juara dunia MotoGP 1993, Kevin Schwantz, memberikan penilaian atas keputusan Marc Marquez comeback balapan di Sirkuit Mugello
- Kevin Schwantz menilai hanya Marc Marquez yang memiliki kegilaan terhadap sebuah balapan
- Kevin Schwantz menjagokan Diggia dan Pedro Acosta sebagai pemenang MotoGP Italia 2026
TRIBUNNEWS.COM - MotoGP Italia 2026 akan terasa lebih istimewa dengan kehadiran Marc Marquez di lintasan. MM93 senasional!
Disampaikan legenda MotoGP asal Amerika Serikat, Kevin Schwantz, Marc Marquez menjadi sebuah anomali, melihat kondisinya yang masih dibekap cedera, namun memaksakan balapan di Italia.
Meski demikian, pria yang pernah menjadi juara dunia MotoGP era 500cc bersama Suzuki ini memaklumi, bahwa tidak ada pembalap manapun yang bisa melakukan 'kegilaan' seperti halnya Marc Marquez.
Seri ketujuh musim ini bertajuk MotoGP Italia 2026 dijadwalkan menggelar balapan di Sirkuit Mugello, Florence, Jumat (29/5) hingga Minggu (31/5).
Bahasan dari balapan akhir ini adalah comebacknya rider andalan Ducati Lenovo Team, Marc Marquez.
MM93 absen pada Grand Prix Catalunya setelah mengalami highside di Le Mans, Prancis beberapa waktu lalu. Dia membutuhkan operasi guna melepas sekrup di bahunya.
Dengan hadirnya Marquez, persaingan perebutan juara MotoGP Italia 2026 diprediksi berjalan panas. Apalagi The Baby Alien adalah juara bertahan.
Dalam acara Fuori e Strada yang tayang di YouTube GPOne, Rabu (27/5), Kevin Schwantz memberikan penilaian atas kondisi Marc Marquez dan usahanya untuk kembali balapan di Mugello.
"Saya rasa kita harus menunggu dan melihat seberapa parah cedera bahunya dan apakah semuanya baik-baik saja sekarang setelah sekrupnya dilepas," nilai Kevin Schwantz.
Untuk Marc Marquez, comeback dari cedera parah bukan hal yang baru. Insiden paling buruk dalam kariernya ialah kecelakaan highside di Jerez 2020, sekaligus membuatnya semakin 'akrab' dengan meja operasi.
Kendati demikian, sebutannya sebagai pembalap terbaik di grid saat ini adalah hal yang benar. Dia menjadi juara dunia MotoGP 2025, saat tubuhnya dipenuhi bekas jahitan operasi.
"Kita harus menunggu dan melihat seberapa serius cedera bahu dan kakinya. Setiap kali Anda kembali dari cedera, selalu lebih sulit. Sungguh luar biasa melihat Marc kembali setelah tiga tahun yang sulit tanpa kemenangan dan memenangkan Kejuaraan Dunia dengan sangat dominan tahun lalu," sambung pembalap yang juga memutuskan pensiun dari MotoGP 3 dekade lalu di Mugello.
"Akankah dia kembali? Siapa yang tahu? Jika ada yang bisa melakukannya, itu adalah dia. Tidak ada yang segila itu terhadap balapan kecuali dia (Marc Marquez-red)," aku juara dunia MotoGP 1993.
Baca juga: MotoGP Italia 2026: Marquez Waspada dengan Kondisinya, Bagnaia Termotivasi Tampil di Kandang
Tak Favoritkan Marc Marquez
Di sisi lain, Kevin Schwantz tidak menempatkan Marc Marquez sebagai favorit pemenang MotoGP Italia 2026.
Dia menyadari bagaimana kondisi MM93, meskipun, jika berbicara peluang adalah hal yang sangat mungkin bagi pembalap Ducati itu untuk back to back kemenangan.