Anthony Ginting Nyaris Mustahil Tampil di Polytron Indonesia Open 2026
Anthony Sinisuka Ginting nyaris mustahil tampil di Polytron Indonesia Open 2026 karena masih tertahan di daftar cadangan urutan keenam.
Penulis:
Isnaini Nurdianti
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Anthony Sinisuka Ginting hampir pasti absen dari Polytron Indonesia Open 2026 karena ranking dunianya yang belum cukup tinggi
- Peringkat 44 dunia membuat Ginting hanya masuk daftar cadangan turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut
- Ginting baru bisa tampil di Polytron Indonesia Open 2026 jika ada enam pemain yang mundur sebelum manager meeting
TRIBUNNEWS.COM - Pebulu tangkis tunggal putra Tanah Air, Anthony Sinisuka Ginting, nyaris mustahil untuk bisa tampil di ajang Polytron Indonesia Open 2026.
Kemungkinan tersebut bisa terjadi lantaran ranking dunia Ginting yang belum cukup tinggi untuk menembus daftar utama turnamen level Super 1000 tersebut.
Polytron Indonesia Open 2026 menjadi salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender BWF World Tour yang dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 2–7 Juni mendatang.
Polytron Indonesia Open 2026 menghadirkan pemain-pemain terbaik dunia dengan persaingan yang sangat ketat sejak babak pertama.
Namun di tengah antusiasme publik menantikan penampilan para pemain bintang, peluang Ginting tampil di kandang sendiri justru sangat kecil.
Baca juga: Sinar Sabar/Reza Kian Meredup, Alarm Kuat Jelang Tampil di Indonesia Open 2026
Ranking Dunia Jadi Kendala Utama
Dalam sistem BWF World Tour, pemain dengan ranking tertinggi mendapatkan prioritas untuk masuk ke main draw turnamen level Super 750 dan Super 1000.
Sementara pemain di luar jajaran elite harus bersaing melalui jalur cadangan atau kualifikasi.
Saat ini, ranking Ginting masih belum cukup aman untuk mendapatkan tiket otomatis ke babak utama alias 32 besar Polytron Indonesia Open 2026.
Berdasarkan pembaruan ranking BWF per 26 Mei 2026, Ginting saat ini menempati peringkat 44 dunia.
Dengan peringkat tersebut, Ginting hanya masuk daftar cadangan atau reserve list Polytron Indonesia Open 2026, tepatnya di urutan keenam.
Artinya, Ginting baru bisa tampil apabila ada enam pemain yang mengundurkan diri sebelum manager meeting digelar pada 1 Juni 2026.
Melihat ketatnya persaingan dan kecilnya kemungkinan banyak pemain mundur bersamaan, peluang Ginting tampil di Istora Senayan sangatlah tipis.
Baca juga: Ranking Resmi BWF Pekan Ini: Peringkat Leo/Daniel Meroket Tajam, Naik 24 Tingkat Dekati 100 Besar
Pernah Jadi Tunggal Putra Top Dunia
Situasi yang dialami Ginting saat ini cukup kontras dengan perjalanan kariernya beberapa tahun lalu.
Pebulu tangkis asal Cimahi tersebut pernah menjadi salah satu pemain terbaik dunia dan langganan penghuni papan atas ranking BWF.
Prestasi paling prestisius yang diraih Ginting adalah medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.
Selain itu, Ginting juga pernah menduduki ranking dua dunia.
Namun, performa impresifnya perlahan menurun akibat masalah cedera yang ia alami pada pertengahan 2025 lalu.
Ginting mengalami cedera tulang rawan dan peradangan otot di bagian bahu kanan, yang sudah ia rasakan sejak bertanding di Olimpiade Paris 2024.
Cedera membuat Ginting melewatkan sejumlah turnamen yang membuat ranking dunianya anjlok ke posisi 73.
Performa Ginting Sepanjang Musim 2026
Sepanjang musim 2026, performa Ginting masih belum stabil.
Meski sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, hasil yang diraih belum cukup konsisten untuk mendongkrak ranking secara signifikan.
Pencapaian terbaik Ginting musim ini adalah semifinal Swiss Open 2026.
Selebihnya, Ginting kandas di babak 16 besar Indonesia Masters 2026, Orleans Masters 2026, dan Malaysia Masters 2026.
Sementara saat turun di Thailand Open 2026, ia langsung tersingkir di babak 32 besar.
(Tribunnews.com/Isnaini)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.