Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Raih Tiket Semifinal Singapore Open 2026, Alwi Farhan: Takut Antiklimaks

Alwi juga menyoroti gaya permainan Naraoka yang kerap memperlambat ritme pertandingan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Raih Tiket Semifinal Singapore Open 2026, Alwi Farhan: Takut Antiklimaks
Tribunnews.com/Dok: PBSI
MELAJU KE SEMIFINAL - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, sukses melangkah ke semifinal Singapore Open 2026 usai mengalahkan wakil Jepang, Kodai Naraoka secara straight game, 21-12, 21-17 di Singapore Indoor Stadium, Jumat (29/5/2026). dok: PBSI 

Raih Tiket Semifinal Singapore Open 2026, Alwi Farhan: Takut Antiklimaks

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, sukses melangkah ke semifinal Singapore Open 2026 usai mengalahkan wakil Jepang, Kodai Naraoka secara straight game, 21-12, 21-17 di Singapore Indoor Stadium, Jumat (29/5/2026).

Kemenangan ini terasa spesial bagi pemain muda Indonesia tersebut karena sekaligus menjadi ajang balas dendam atas kekalahan sebelumnya dari Naraoka.

Seperti diketahui, Alwi Farhan sebelumnya takluk dari Kodai Naraoka pada ajang Badminton Asia Championship 2026 di babak 16 besar.

“Alhamdulillah, senang banget pastinya bisa menang, membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750," ujar Alwi.

"Tadi sempat terkejar di gim kedua tapi bisa mengontrol tekanan dan bisa menguasai keadaan,” sambungnya.

Meski tampil meyakinkan, Alwi mengaku justru menghadapi tekanan mental lebih besar dibanding laga sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah secara mengejutkan menyingkirkan unggulan pertama, Shi Yu Qi, di babak 16 besar, ia sempat khawatir mengalami antiklimaks.

Menurutnya, kemenangan besar atas lawan unggulan tidak otomatis menjamin performa serupa di pertandingan berikutnya.

Untuk itu, Alwi berusaha menjaga fokus dan mengontrol ekspektasi selama pertandingan berlangsung.

“Takut antiklimaks juga, tapi akhirnya saya bisa mengontrol dan memeluk keadaan walaupun sedikit struggle,” katanya.

Alwi juga menyoroti gaya permainan Naraoka yang kerap memperlambat ritme pertandingan.

Pengalaman pertemuan sebelumnya di Kejuaraan Asia menjadi modal penting untuk mengantisipasi pola permainan lawannya tersebut.

“Kodai cukup sering delay the game jadi memang harus sabar, harus siap dengan segala teknis dan non-teknisnya di dalam lapangan,” ungkapnya.

Menatap semifinal, Alwi memilih untuk tidak terbebani ekspektasi.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas