Cedera Kunlavut Vitidsarn dari Singapore Open 2026: Punggung Bawah Sakit untuk Membungkuk
Kunlavut mengalami cedera punggung serius setelah mundur dari Singapore Open 2026, jagoan Thailand mengaku sulit membungkuk.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Kunlavut Vitidsarn yang mundur dari Singapore Open 2026 ternyata mengalami cedera punggung
- Rasa sakit tersebut mulai dirasakan pasca-laga melawan Julien Carraggi di babak pertama
- Kunlavut memilih mundur demi keselamatan karier jangka panjangnya karena kesulitan untuk membungkuk
TRIBUNNEWS.COM - Singapore Open 2026 menyisakan drama pilu di sektor tunggal putra, Kunlavut Vitidsarn (Thailand), yang terpaksa menyudahi perjalanannya karena cedera.
Pebulu tangkis andalan Thailand tersebut memutuskan mundur di babak 16 besar saat laga baru saja dimulai di Singapore Indoor Stadium melawan Lakshya Sen (India) pada Kamis (28/5/2026) lalu.
Sejatinya, laga babak kedua turnamen berkategori BWF World Tour Super 750 ini digadang-gadang akan menjadi duel yang sengit.
Ya, Kunlavut dan Lakshya Sen selalu menyajikan reli-reli panjang yang menarik untuk dikawal. Namun, apa yang dinantikan publik justru berakhir antiklimaks.
Cedera Kunlavut Vitidsarn
Sinyal bahaya mengenai kondisi fisik Kunlavut sebenarnya sudah mulai muncul satu hari sebelumnya.
Berdasarkan laporan media Thailand, Bangkok Post, problem kebugaran sang juara dunia 2023 itu berakar dari laga melelahkan di babak pertama.
Pada laga pembuka tersebut, Kunlavut beradu sengit dengan wakil Belgia, Julien Carraggi.
Kendati berhasil mengamankan kemenangan dan lolos 16 besar, dari laga itu meninggalkan jejak cedera pada punggungnya.
Ketegangan otot atau masalah struktural pada punggung itu awalnya dianggap kelelahan biasa pasca-pertandingaan.
Tapi kondisi tersebut memburuk setelah tubuhnya beristirahat di malam hari. Efek peradangan pada area punggung baru mencapai puncaknya ketika dia terbangun pada esok harinya.
Kesulitan Membungkuk dan Berputar
Keputusan untuk mundur tentu bukan perkara mudah bagi Kunlavut, terlebih statusnya di turnamen ini adalah sebagai juara bertahan.
Berbicara kepada BWF sesaat setelah meninggalkan lapangan, pebulu tangkis nomor dua dunia itu membeberkan rasa sakit yang menderanya sejak sebelum pertandingan dimulai.
Baca juga: Kejutan Singapore Open 2026: Kunlavut Vitidsarn Tersisih, Shi Yu Qi Buka Kans Juara Lagi
"Ketika saya terbangun dari tidur pagi ini, rasa sakitnya justru semakin intens secara drastis. Saya benar-benar kesulitan untuk membungkuk ataupun sekadar memutar badan dengan normal," ungkap Kunlavut.
Menyadari tubuhnya sedang tidak berada dalam kondisi ideal, Kunlavut sempat menunjukkan profesionalitas.
Ia tetap memasuki arena pertandingan, memegang raket, dan mencoba menguji batas kemampuannya.