4 Serba-Serbi Polytron Indonesia Open 2026: Dari Absennya Ginting Hingga Kutukan Istora
Polytron Indonesia Open 2026 menyuguhkan ada 4 serba-serbi menarik dari kabar bahagia hingga kisah pilu delegasi tuan rumah.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Drajat Sugiri
Kali terakhir Indonesia mampu merayakan gelar juara di turnamen ini adalah pada edisi 2021 melalui ganda putra, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.
Kala itu, pasangan berjuluk The Minions tersebut berhasil mencatatkan hat-trick juara di rumah sendiri, yakni pada edisi 2018, 2019, dan 2021, edisi 2020 batal bergulir akibat pandemi Covid-19.
Setelah era keemasan tersebut, publik Istora dipaksa gigit jari menyaksikan para pemain asing berpesta di Jakarta.
Absennya Dua Pilar Berlabel Medali Olimpiade
Luka publik tuan rumah kian diperparah absennya dua pilar tunggal terbaiknya yang merupakan peraih medali Olimpiade.
Dari sektor tunggal putra. Anthony Ginting, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, dipastikan absen dari turnamen ini.
Pemain andalan Indonesia tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat secara peringkat untuk berpartisipasi.
Absennya Ginting dipicu oleh merosotnya peringkat dunia miliknya setelah ia harus menepi cukup lama dalam masa pemulihan cedera.
Hal ini sekaligus menandai edisi kedua beruntun bagi Ginting melewatkan Indonesia Open sejak edisi 2025 lalu.
Di sektor tunggal putri juga harus menerima kenyataan pahit. Gregoria Tunjung, sang peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024, juga dipastikan absen.
Pemain yang akrab disapa Jorji ini mengalami gangguan kesehatan sejak edisi 2025.
Jorji akhirnya memutuskan untuk hiatus dan mundur dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI pada 2026.
Keputusan ini membuatnya absen selama dua edisi berturut-turut di turnamen kandang yang prestisius ini.
Dengan absennya Jorji, beban berat kini berada di pundak Putri Kusuma Wardani.
Pemain yang akrab disapa Putri KW tersebut bakal menjadi tumpuan utama sekaligus tumpuan harapan tunggal putri Indonesia.
Romantisme Istora dan Ironi Kapasitas Venue
Fakta menarik terakhir dari Polytron Indonesia Open 2026, mengenai pemilihan tempat pertandingan yang kembali di Istora Senayan.