Bukan Geng Marc Marquez yang Fenomenal, Aksi Marco Bezzecchi dapat Acungan Jempol
Marco Bezzecchi mendapatkan aplaus dari manajer MotoGP Carlo Pernat karena sukses memimpin perebutan juara dunia MotoGP 2026.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Adapun pembalap penunggang motor Ducati dengan posisi terbaik di klasemen adalah Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team.
Rider yang akrab dengan sapaan Diggia ini mengemas 134 poin.
Aprilia di Atas Ducati
Seperti yang diungkapkan oleh petinggi Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, yang menyebut Aprilia satu tingkat lebih baik dari Ducati dalam hal pengembangan motor.
Hal tersebut diamini oleh Carlo Pernat. Jika ada pabrikan yang paling rugi dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 itu bukan Ducati, melainkan Aprilia.
"Saya pikir Aprilia adalah tolok ukur saat ini. Menjadi tolok ukur setelah apa yang telah dilakukan Ducati di masa lalu sangatlah sulit," nilai pria yang menjadi manajer dari Enea Bastianini
"Mereka telah mencapainya. Saat ini, hanya Aprilia yang bisa kehilangan kejuaraan . Kami tentu sudah mencapai sepertiga jalan, tetapi dua pembalap seperti Bezzecchi dan Martín saat ini lebih unggul dari yang lain," tegasnya.
RS-GP Aprilia tidak hanya unggul dalam hal top speed. Namun untuk cornering, kuda besi mereka jauh lebih mudah untuk menikung dibanding Desmosedici Ducati.
Keunggulan Aprilia yang 'ramah' terhadap semua lintasan, menjadikan pabrikan Noale sukses menempatkan sepasang pembalap mereka dalam pacu jalur perebutan juara dunia musim ini.
(Tribunnews.com/Giri)