Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Tak Ada Ampun Bagi Jannik Sinner, Kondisinya Tak Seharusnya Drop di Roland Garros

Kondisi Jannik Sinner saat bertanding di Roland Garros lagi-lagi mendapatkan sorotan tajam, kali ini dari mantan petenis terbaik dunia, Andre Agassi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Guruh Putra Tama
Editor: Dwi Setiawan
zoom-in Tak Ada Ampun Bagi Jannik Sinner, Kondisinya Tak Seharusnya Drop di Roland Garros
Instagram @janniksin
JANNIK SINNER - Petenis asal Italia, Jannik Sinner, bertandinga di Khalifa International Tennis and Squash Complex dalam gelaran Qatar ExxonMobil Open 2026 pada 16-21 Februari 2026. Kekalahan Jannik Sinner di Roland Garros 2026 mendapatkan sorotan tajam dari mantan petenis terbaik dunia, Andre Agassi. (Foto: Instagram @janniksin) 

Agassi benar-benar tak habis pikir dengan hal tersebut dan masih mencoba mencari jawaban yang tepat.

"Saya tahu batas kemampuan saya ketika masih bermain. Saya bisa bermain 5 jam, tetapi kondisi saya tak akan sama ketika laga sudah berada di kisaran 3-4 jam," kata Agassi dikutip dari TNT.

"Saya tahu dia (Sinner) bisa bermain selama 5 jam lebih, dia sudah membuktikan itu."

"Saya tahu dia adalah pemain terbaik di planet ini sekarang."

"Namun saya juga tahu semestinya tidak ada alasan baginya untuk menyerah ketika pertandingan baru berlangsung 1 jam 45 menit (melawan Cerundolo)," kata Agassi.

Untuk saat ini, Sinner masih fokus memulihkan kondisi setelah gugur di Roland Garros.

Ketiadaan Sinner di babak akhir membuat persaingan memperebutkan trofi turnamen Grand Slam tanah liat ini semakin terbuka.

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal Alexander Zverev saja yang menjadi unggulan teratas tersisa di ajang ini.

Zverev akan berhadapan dengan pemain unggulan 26, Jakub Mensik.

Sedangkan di bracket semifinal lainnya, ada dua petenis Italia lain yang akan saling beradu.

Matteo Arnaldi bakal beradu dengan Flavio Cobolli yang berstatus sebagai pemain unggulan kesepuluh.

Ini menjadi peluang yang baik bagi Alexander Zverev menyudahi paceklik gelar Grand Slam yang terjadi sejak terakhir kali dirinya memenangi Wimbledon 2025 lalu.

Setelah itu, ia hanya bisa menjadi posisi ketiga saat mengikuti US Open di tahun yang sama.

Sedangkan pada ajang Australian Open di awal tahun ini, Zverev gugur di babak semifinal.

Ia juga sekaligus berpeluang menjadi juara untuk pertama kalinya jika memenangi Roland Garros edisi tahun ini.

(Tribunnews.com/Guruh)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas