Benfica vs Chelsea: Cardozo Ancaman Buat Cech
Wakil Portugal, Benfica, mungkin tidak setenar Chelsea. Tapi Benfica punya rekor bagus dengan belum sekalipun
Penulis:
Husein Sanusi
Editor:
Prawira
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Portugal, Benfica, mungkin tidak setenar Chelsea. Tapi Benfica punya rekor bagus dengan belum sekalipun tersentuh kekalahan dalam 10 laga kandang terakhir di kompetisi tingkat Eropa.
Itu jadi sinyal bahaya buat Chelsea yang akan bertandang ke markas Benfica, Stadion do Sport Lisboa e Benfica (Da Luz), Lisbon, Portugal, Rabu (28/3) dini hari, untuk melakoni leg pertama perempat final Liga Champions.
Adalah penyerang Benfica, Oscar Cardozo, yang berpotensi besar menghadirkan ancaman serius buat gawang Chelsea yang dikawal Petr Cech. Penyerang Timnas Uruguay itu adalah mesin gol The Eagles.
Sebanyak 26 gol telah dicetak Cardozo untuk Benfica musim ini di semua kompetisi, empat gol di antaranya di kompetisi Liga Champions. Cardozo juga punya track record bagus menjebol gawang tim Inggris, salah satunya ke gawang Manchester United.
Penyerang berusia 28 tahun ini menjebol gawang United saat Benfica terlibat bentrok di babak penyisihan grup Champions musim ini. Saat itu The Eagles berhasil menahan imbang United 1-1 berkat gol Cardozo.
Pada musim kompetisi 2009, Cardozo dua kali menjebol gawang Everton dan memberi kemenangan 5-0 atas tim asal Inggris itu. Sesudahnya ia mencetak hattrick ke gawang Liverpool dan memenangkan Benfica dengan agregat 5-3.
Catatan gemilang itu yang membuat Pelatih Benfica Jorge Jesus sangat optimistis dengan kemampuan Cardozo. Ia meyakini pemilik nomor punggung tujuh itu akan jadi pembeda pada saat melawan Chelsea.
"Dia adalah striker bertipikal pembunuh dan memiliki teknik bagus seperti bagus dalam melakukan perpindahan posisi. Dia selalu memasuki lapangan dengan satu tujuan ingin memenangi pertandingan," kata Jesus dilansir IBNLive.com, Senin (26/3).
Sebagai pendamping Cardozo sebagai penggeder, Rodrigo bisa menjadi pilihan utama. Rodrigo memang baru mencetak sebiji gol, tapi dia selalu jadi pilihan utama dalam tujuh pertandingan Liga Champions. Tiga striker lain Nelson Oliveira, Nolito, dan Javier Saviola disiapkan sebagai deputi.
Sosok lain yang akan sangat membantu lini serang Benfica adalah winger Nicolas Gaitan. Ia memang tak memiliki catatan mencetak gol di Liga Champions, tapi punya kontribusi besar terciptanya gol-gol Benfica dengan lima assist-nya
Gaitan akan berkolaborasi dengan Alex Witsel dan Bruno Cesar di lini tengah. Adapun playmaker senior Pablo Aimar yang mendapat kartu merah pada laga terakhir di Liga Portugal, Sabtu lalu, kemungkinan akan turun dari bangku cadangan.
Benfica tak bisa menurunkan mantan bek Real Madrid Ezequiel Garay dan striker Yannick Djalo yang cedera. Namun ketiadaan keduanya tak banyak berpengaruh pada kekuatan juara dua kali Liga Champions (1960 dan 1961) tersebut.
Belakang Solid
Lalu bagaimana dengan Chelsea? The Blues harus pintar melihat situasi kekuatan lawan. Ancaman dari lini depan Benfica harus direspon sepadan dengan mempersolid barisan lini belakang. Keuntungannya, Chelsea memiliki David Luiz, bek alumni Benfica.
Luiz setidaknya bisa diharapkan mampu menghentikan Cardozo yang pernah main bersamanya di Benfica. Setidaknya ia memiliki pengetahuan gaya serta tipikal Cardozo.
Namun masalahnya Pelatih Chelsea Roberto Di Matteo harus segera mengambil keputusan apakah akan menempatkan Luiz atau Gary Cahill untuk bertandem dengan John Terry di posisi senter bek.
Cahill dan Terry sudah membuktikan diri keduanya adalah pasangan serasi di lini belakang. Ini mereka tunjukkan saat keduanya main bersama pada laga terakhir Chelsea di Premier League saat melawan Tottenham Hotspur.
Opsi lain yang bisa diambil Di Matteo adalah dengan menempatkan Luiz di posisi bek kanan. Ini sangat memungkinkan dilakukan bila Branislav Ivanovic belum pulih dari cedera.
Soliditas barisan belakang ini harus juga mendapat dukungan penuh dari pintu terakhir pertahanan Chelsea, Petr Cech. Sabtu lalu, Cech tampil gemilang sehingga timnya terhindar dari kekalahan melawan Spurs.
Kiper andalan The Blues itupun telah berikrar akan berjuang keras membawa Chelsea melaju ke semi final. Ia akan berusaha menjaga gawangnya tetap clean sheet di Lisbon.
"Jika kami lolos ke semifinal Liga Champions, maka kami akan punya kalender gila dengan jadwal pertandingan-pertandingan besar di akhir musim. Kami akan bersikap benar dengan memenangkan setiap pertandingan," kata Cech dilansir goal.com.
Di Matteo juga harus jeli memainkan para gelandang terbaik. Frank Lampard, Michael Essien, Juan Mata, dan Ramires adalah pilihan terbaik yang bisa diandalkan.
Ramires punya posisi istimewa di pertandingan ini dengan statusnya sebagai mantan pemain Benfica. Selain itu masih ada Raul Meireles, Florent Malouda, dan John Obi Mikel.
Keputusan rumit juga harus segera diambil Di Matteo di lini depan dengan memilih Didier Drogba atau Fernando Torres. Dua striker ini sangat jarang dimainkan bersama dengan sistem striker tunggal yang dianut Chelsea.
Baik Torres maupun Drogba sebenarnya memiliki kapasitas yang sama. Keduanya adalah bomber-bomber dengan nama besar, namun musim ini mereka masih angin-anginan dalam urusan mencetak gol. Di Matteo harus memilih di antara keduanya dengan pertimbangan mendalam.
Jika Di Matteo gagal menyusun komposisi pemain terbaik, bukan tidak mungkin Chelsea akan menjadi korban keganasan Benfica di kandangnya. Bursa-bursa taruhan di Eropa pun lebih mengunggulkan tuan rumah.(Tribunnews.com/cen)