Sentuhan Magis Di Matteo Pada Torres
Sentuhan Roberto Di Matteo memang magis. Sejak diambil alih pria Italia kelahiran Swiss tersebut
Editor:
Prawira
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sentuhan Roberto Di Matteo memang magis. Sejak diambil alih pria Italia kelahiran Swiss tersebut, skuad The Blues, Chelsea terus menujukkan performa bagus.
Akhir pekan lalu, The Blues berhasil menang telak 6-1 atas Queens Park Rangers. Kemenangan telak itu memang tak membuat Chlesea bergerak dari posisi 6 liga namun, semakin memperbesar peluang klub asal London Barat tersebut untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan.
John Terry cs pun semakin menempel Arsenal, Tottenham, dan Newcastle. Beberapa hari sebelumnya pun, Di Matteo berhasil membawa The Blues mencapai partai final Liga Champions setelah di luar prediksi mampu menyingkirkan tim terbaik di dunia, Barcelona di semifinal.
Sentuhan mantan pemain Chelsea tersebut bahkan bisa menghidupkan kembali potensi Fernando Torres yang sempat dihujat mandul oleh berbagai pihak ketika diboyong dengan 50 juta Pound pertengahan musim lalu. Duel versus Queens Park Rangers akhir pekan lalu menjadi bukti teraktual polesan Di Matteo terhadap timnya.
Torres mampu mencetak hatrick pertamanya sejak September 2009 plus sokongan 3 gol lainnya dari punggawa The Blues. Lima hari sebelumnya, Torres bahkan menyumbangkan 1 gol di Camp Nou saat kontra Barcelona.
“Pada masa lalu, saya merasa sangat bugar, tajam, dan tampil baik, tapi tak bisa mencetak gol. Kini saya merasa tak bermain sebaik sebelumnya, tapi membuat gol yang penting bagi seorang penyerang. Saya senang dengan tiga gol, semoga tiga gol pertama dari yang berikutnya tapi, yang terpenting adalah tim menampilkan permainan terbaik menjelang laga-laga penting,” ujar Torres sesaat setelah partai kontra QPR. (Deodatus Pradipto)