Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Timnas U19

Indra Sjafri Tak Mau Timnas U-19 Bergaya Eropa

Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, tampaknya tak mau berlama-lama berjauhan dengan skuatnya di Yogyakarta

Indra Sjafri Tak Mau Timnas U-19 Bergaya Eropa
TRIBUN/DANY PERMANA
Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri (tengah) berbicara dengan pemain saat latihan 

Laporan Wartawan  Tribun Jogja, Iwan Al Khasni

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, tampaknya tak mau berlama-lama berjauhan dengan skuatnya di Yogyakarta. Sempat tak memantau langsung sesi latihan Rabu sore lantaran undangan acara ke Jakarta, Indra sudah muncul lagi bersama Evan Dimas Cs di Lapangan UNY, Kamis (9/1/2013) pagi.

Indra Sjafri langsung mengeber latihan periode tahap kedua yaitu taktikal. Selama delapan bulan ke depan, Indra ingin skuat Garuda Jaya menemukan bentuk asli gaya permainan yang sesuai dengan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Indra menegaskan, tim pelatih tak ingin menggunakan cara dan gaya orang lain kemudian diadopsi ke skuat Garuda Jaya. “Kami tak ingin memakai baju orang lain, tak mau juga bermain dengan cara orang lain, kami mau sesuaikan dengan SDM di Indonesia,” ujarnya ditemui usai memimpin sesi latihan pagi.

Menurut Indra Sjafri, pada umumnya sepakbola di negara berkembang seperti Indonesia masih berkiblat ke Eropa, Amerika Latih dan negara sepakbola lain. Akibatnya, muncul standarisasi serta kriteria-kriteria yang tak ada di Indonesia.

“Sebagai contoh, tinggi badan harus tinggi. Kalau seperti itu orang tua harus punya anak-anak tinggi? Di sini kita akan pakai pendek, tinggi yang sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Tahapan kedua taktikal merupakan rangkaian dari tahap sebelumnya di Malang yang fokus ke stamina (daya tahan), lanjut Indra, hanya saja stamina bukan segalanya, namun satu dari beberapa komponen yang dibutuhkan pemain.

“Stamina sudah kami dapat di Malang, kini kami butuh (komponen) cepat. Stamina dan cepat adalah target,”terang Indra.

Waktu yang selama delapan bulan ke depan akan dijadikan momen untuk mengkombinasikan dua komponen itu, selanjutnya, skuat Garuda Jaya akan dijajal dengan setidaknya 27 kali uji coba melalui empat model uji coba melawan tim lain.

“Empat model uji coba, tur nusantara ada tujuh titik, tiap titik dua pertandingan maksimal tiga, tur Timur Timur Tengah, tur Eropa kemudian mini turnamen untuk persiapan Piala Asia,” ujarnya.

Piala Asia U-19 akan digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Ada 16 negara yang berpartisipasi. Piala Asia U-19 merupakan fase kualifikasi bagi negara-negara di Asia, agar dapat tampil di Piala Dunia U-20.

Benua Asia mendapatkan jatah empat kuota, Jika skuat asuhan Indra Sjafri menembus babak semifinal Piala Asia U-19, mereka otomatis mendapat jatah lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru tanpa harus mengikuti babak kualifikasi. (iwe)

Ikuti kami di
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas