Motivasi Eliaquim Mangala di Lapangan Berasal dari Kakaknya yang Lumpuh
Saat Eli berusia lima tahun, sang kakak, Daniel, mengalami kecelakaan parah dan harus mendapat perawatan intensif di Belgia.
Editor: Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM - Eliaquim Mangala, bek Manchester City, punya pengalaman memilukan semasa kanak-kanak. Dia harus ikut keluarganya pindah ke Belgia setelah kakaknya mengalami tragedi. Eli lahir di Colombes, pinggiran Ibu Kota Prancis, 13 Februari 1991. Saat Eli berusia lima tahun, sebagaimana dilansir ESPN.co.uk, sang kakak, Daniel, mengalami kecelakaan parah dan harus mendapat perawatan intensif di Belgia.
Namun, Daniel divonis lumpuh dan hingga saat ini harus menggunakan kursi roda. Eli justru menjadikan tragedi yang dialami sang kakak sebagai motivasi utamanya untuk meniti karier sebagai pesepak bola. Eli, yang berposisi sebagai bek tengah, bertarung dengan mengusung spirit Daniel yang juga menggemari sepak bola.
"Saya harus menerima kenyataan kakak saya lumpuh," kata Eli, yang kini berusia 23 tahun.
"Sebelum kejadian itu, dia (Daniel) berambisi menjadi pemain sepak bola. Setiap kali saya bermain saya bermain untuknya, sekuat tenaga saya. Motivasi saya jadi berlipat ganda," ujarnya.
"Saya ingin pergi sejauh mungkin di sepak bola demi kakak saya, yang tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya sendiri. Saya mewakili keluarga saat berada di atas lapangan. Saya memberikan semuanya dan tidak akan pernah berubah, tetap sederhana," tuturnya.
Eli bergabung ke Manchester City dengan kontrak lima tahun, Agustus lalu.
Baca di Koran Super Ball, Jumat (17/10/2014)