Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Superskor
LIVE ●

Rudy Keltjes: Tangkap Saja Perusak Sepak Bola

Rudy yakin Menpora punya niat baik untuk memperbaiki sepak bola di Indonesia, namun cara yang dipilih tidak tepat dan cenderung memaksakan kehendak.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Dewi Pratiwi
zoom-in Rudy Keltjes: Tangkap Saja Perusak Sepak Bola
indolah.com
Rudy William Keltjes 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Kisruh antara Menpora Imam Nahrawi dengan PSSI mendapat tanggapan dari mantan pelatih PSM Makassar, Rudy Keltjes.

Menurut Rudy, pembekuan PSSI oleh Menpora bukan tindakan yang tepat. Pasalnya imbas dari pembekuan itu, kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dan Divisi Utama (DU) tidak berjalan hingga sekarang.

Menpora meminta pihak kepolisian tidak memberikan izin bertanding bagi seluruh klub sepak bola di Indonesia. Walhasil sampai sekarang belum diketahui kapan kompetisi bisa digelar kembali.

"Kalau sudah begini yang dirugikan ya pemain yang main di klub-klub kecil. Untuk pemain besar dengan gaji tinggi mungkin tidak masalah, karena mereka masih memiliki tabungan yang banyak. Tetapi pemain dengan bayaran kecil tentu kasihan. Mereka harus menggadaikan motor atau hartanya untuk menghidupi keluarganya," kata Rudy kepada Harian Super Ball, Jumat (1/5/2015).

Rudy yang juga menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI itu, mengaku tidak mengerti dengan keputusan Menpora yang membekukan PSSI tetapi meminta kompetisi dilanjutkan.

"Kalau sudah dibekukan, bagaimana PSSI bisa menggelar kompetisi. Jika Menpora maunya kompetisi digelar oleh tim transisi, lalu dari mana perangkat pertandingannya. Karena yang memiliki perangkat pertandingan ya PSSI. Jadi keputusan Menpora itu tidak jelas," ucap Rudy.

Rudy menerangkan, dengan berhentinya kompetisi, justru Indonesia akan kehilangan potensi menemukan pemain bagus, seperti Firman Utina dan Bayu Gatra. Padahal saat ini, timnas Indonesia membutuhkan pemain-pemain hebat agar bisa mengukir prestasi membanggakan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Temuan pemain-pemain hebat di timnas diawali dari klub-klub. Kalau klub tidak bisa bertanding, bagaimana kita bisa mendapatkan pemain berkualitas. Akan banyak talenta-talenta luar biasa negeri ini yang tidak memiliki kesempatan. Kompetisi juga mengangkat unsur kedaerahan, karena banyak pemain-pemain di daerah yang berpotensi menjadi pemain masa depan," terang Rudy.

Menurut Rudy, jika alasan Menpora membekukan PSSI untuk memperbaiki sistem sepakbola di Indonesia, sebaiknya dilakukan dengan bersama-sama dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Jika ada pihak-pihak yang merusak sepak bola, tangkap saja. Kalau perlu ditembak mati. Vietnam pernah menangkapi perusak sepak bola, seperti mafia. Hasilnya Vietnam menjadi lebih baik dan prestasinya lumayan bagus," ujar Rudy.

Mafia di sepak bola sudah ada sejak lama dan para pengurus PSSI sudah berusaha memberantasnya tanpa membekukan organisasi dan kompetisi.

"Mafia sepak bola ada di seluruh dunia, tinggal kita yang menanganinya seperti apa. Saat saya menjadi pemain, PSSI sudah berusaha melakukan pemberantasan terhadap mafia," jelas Rudy.

Rudy yakin Menpora punya niat baik untuk memperbaiki sepak bola di Indonesia, namun cara yang dipilih tidak tepat dan cenderung memaksakan kehendak.

"Saya yakin Imam Nahrawi itu orang baik, tetapi saya berharap para pembisik di sekitarnya jangan memberikan masukan yang tidak benar. Sebaiknya Menpora mempertimbangkan ekses dari pembekuan ini," tutur Rudy.

Rudy menambahkan, untuk menyelesaikan kekisruhan sepak bola ini bisa diselesaikan dengan kedua belah pihak tidak lagi mengedepankan ego masing-masing.

Sumber: Super Skor
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
27
27
27
27
48
16
32
64
2
Borneo FC
27
27
27
27
56
27
29
60
3
Persija
27
27
27
27
50
25
25
55
4
Malut United
27
27
27
27
53
35
18
46
5
Bhayangkara FC 
27
27
27
27
36
31
5
44
Berita Populer
Atas